Renungan Harian Katolik Minggu 6 September 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Renungan Harian Katolik Minggu 6 September 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 06 Sep 2026 06:30 WIB
Umat Katolik mengikuti misa Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)
Makassar -

Renungan harian Katolik dapat menjadi kesempatan bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak di tengah kesibukan, membaca dan merenungkan Sabda Tuhan. Melalui bacaan Kitab Suci, umat diajak untuk semakin memahami kehendak Allah serta menemukan kekuatan dan pengharapan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Memasuki Minggu, 6 September 2026, umat Katolik memasuki Minggu Biasa yang ke XXIII sekaligus Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Bacaan-bacaan hari ini dapat menjadi bahan permenungan untuk membantu umat menghayati iman sekaligus menerapkannya dalam kehidupan bersama keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Berikut bacaan lengkap Renungan Harian Katolik Minggu 6 September 2026 yang dapat disimak, mulai dari bacaan pertama, teks Mazmur, bacaan kedua, hingga bacaan Injil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 6 September 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yeh 33:7-9

Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.

ADVERTISEMENT

Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! ?dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.

Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.

Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-7,8-9

Mazmur Tanggapan Minggu 6 September 2026Mazmur Tanggapan Minggu 6 September 2026 Foto: dok. Buku Misa

Mazmur (oleh pemazmur)

  1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan
    bersorak-sorai bagi gunung batu keselamatan kita.
    Biarlah kita memandang wajah-Nya dengan lagu syukur,
    bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
  2. Masuklah, mari kita sujud menyembah,
    berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita.
    Sebab Dialah Allah kita;
    kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
  3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan,
    janganlah bertegar hati seperti di Meriba,
    seperti waktu berada di Masa di padang gurun,
    ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku,
    padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan II: Rm 13:8-10

Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Bait Pengantar Injil

Bait Pengantar Injil Minggu 6 September 2026Bait Pengantar Injil Minggu 6 September 2026 Foto: dok. Buku Misa

Ayat (oleh solis):

Dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya,
dan Ia telah mempercayakan berita perdamaian itu kepada kami.

Bacaan Injil: Mat 18:15-20

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Renungan Hari Ini 6 September 2026: Empat Mata Satu Firman

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatkannya kembali." (Mat. 18:15)

Sering kali ketika kita dituduh dan dikritik, reaksi kita adalah membela diri dengan amarah karena ingin membuktikan bahwa kita yang benar. Namun, hari ini melalui Injil Mat. 18:15 Yesus mengajarkan suatu cara seni menegur yang berbeda, yaitu menegur dan menyelesaikan kesalahpahaman secara 'empat mata'.

Yesus ingin kita menjaga martabat dan nama baik saudara kita. Teguran bukan ajang penghakiman dan bukan juga suatu kesombongan rohani yang merasa diri lebih suci, tetapi suatu ibadah yang menyelamatkan, merangkul bukan mempermalukan.

Seni ini hanya bisa kita lakukan jika kita menghidupi 'satu Firman' yaitu mengenal karakter Kristus yang penuh kasih. Seperti kata St. Hieronimus "Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus", karena Kitab Suci adalah inti iman Kristiani umat Katolik dan sebagai tolok ukur norma iman dan tingkah laku moral kehidupan.

Teringat waktu anak saya berumur sekitar 11 tahun, sepulang dari bermain dia melihat saya sedang sembahyang menggunakan hio untuk mendoakan leluhur yang sudah meninggal. Dengan marah anak ini langsung menuduh, "Mami memuja setan ya! Mami mengundang setan!"

Saya langsung suruh dia masuk ke dalam rumah duduk dulu. Setelah menaruh hio, saya ajak dia berbicara secara empat mata, dengan tenang dan nada lembut saya bertanya, "Koko tahu, mami lahir dari siapa? Emak lahir dari siapa? Nah kalo Koko? Dari mami kan, bukan dari batu?" Sambil tertawa.

"Kalau orang yang sudah meninggal dan keluarga yang masih hidup tidak mau mendoakan mereka, kasihan kan? Mereka butuh doa kita. Saat kongco dan makco-mu masih hidup mereka berdoa kepada Tuhan Allahnya memakai hio.

Jadi mami tidak sedang mengundang setan, tapi mendoakan mereka para leluhur." Dia diam, lalu dengan suara lantang dan tenang dia bilang bahwa mulai minggu besok dia mau ikut ke Gereja maminya saja, karena sebelumnya dia sudah masuk ke Gereja tetangga.

Mari kita bawa setiap masalah baik dalam keluarga dan komunitas ke dalam terang firman Tuhan, menegur dengan empat mata dan penuh kasih.

Sumber: Buku Renungan 3 Titik
Oleh: Angelika Endang

Doa

Ya Yesus Sang Firman yang hidup, terima kasih atas ajaran kasih-Mu hari ini. Jadikanlah hati kami selembut hati-Mu, agar kami tidak menghakimi sesama, melainkan berani merangkul mereka dengan semangat persaudaraan.

Urapilah perkataan dan tindakan kami agar saat berbicara empat mata dengan sesama yang terpancar hanyalah kebenaran dan kasih-Mu sendiri. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Minggu, 6 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads