Dosen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Barru, Rukayah mengaku dipecat usai menegur mahasiswi yang memakai celana jeans di lingkungan kampus. Namun Rektor Unmuh Barru, Andi Fiptar Abdi Alam mengatakan Rukayah yang juga ketua program studi (prodi) Bimbingan dan Konseling dipecat karena lalai mengurus akreditasi prodi.
Rukayah mengatakan awalnya mendapati mahasiswi yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bercelana jeans di parkiran kampus di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 21 Juni 2026. Dia lantas menegur mahasiswi tersebut dan menanyakan alasan berpakaian tidak sesuai aturan.
"Awalnya itu saya tegur mahasiswa di parkiran ada pakai celana jeans, itu kader IMM. Kemudian, setelah itu kan satu orang di situ, jadi kutanya siapa yang suruh, menunjuk ke arah istrinya rektor yang Sekretaris Universitas," kata Rukayah kepada detikSulsel, Selasa (4/8/2026).
Setelah memberikan teguran langsung, Rukayah mengaku kembali mengingatkan etika berpakaian kepada mahasiswi di grup WhatsApp internal kader IMM. Dia menegaskan bahwa penggunaan celana jeans saat kegiatan kampus tidak dibenarkan.
"Saya masuk ke ruangan, kemudian saya chat di grup kader, kader IMM, bukan grup umum mahasiswa, grup kader IMM. Saya sampaikan, kenapa pakai celana jeans begitu," jelasnya.
Salah satu mahasiswi yang melihat teguran Rukayah terkait celana jeans itu kemudian mengadu ke Sekretaris Universitas yang juga istri Rektor. Rukayah mengklaim mahasiswi yang ditegur sebenarnya bersikap kooperatif dan tidak marah.
"Sebenarnya itu mahasiswa tidak marah ji kutegur, malahan bagus ji mau ji ditanya dengan baik-baik. Cuman karena ada calon menantunya (istri rektor) mahasiswa yang itu yang lihati di grupnya temannya, baru mengadu mi di istrinya rektor. 'Bilangi begini Ibu Rukayah', jadi marah mi, tersinggung mi," ungkapnya.
Setelah aduan tersebut, Rukayah mengaku berulang kali dimarahi secara terbuka di depan umum oleh Sekretaris Universitas sejak 24 Juni 2026. Kendati dipojokkan, ia mengaku sama sekali tidak memberikan perlawanan.
"2 hari berikutnya tanggal 24 Juni 2026 kalau tidak salah itu, dimarah-marahi ma' dari ka' mengajar di kelas, pas masuk di kantor dimarah-marahi ma di depan umum. Tapi tidak pernah ka melawan saya, itu istrinya rektor," bebernya.
Simak Video "Menyusuri Keindahan Air Terjun untuk Arung Jeram di Makassar"
(hsr/hsr)