Sebuah mobil pikap di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengangkut 20 jeriken Solar terbakar. Insiden ini diduga disebabkan karena adanya korsleting di mobil tersebut.
"Ada mobil yang angkut solar terbakar. Tidak ada korban, sopirnya cepat turun mengamankan diri," ujar Kapolsek Libureng Iptu Andi Haeruddin kepada detikSulsel, Jumat (8/9/2023).
Kejadian itu terjadi di Desa Polewali, Kecamatan Libureng, Bone pada pagi tadi sekira pukul 10.30 Wita. Mobil tersebut dikendarai oleh Sudirman (32).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haeruddin mengatakan, mobil itu terbakar saat sementara jalan. Pihaknya menduga mobil tersebut mengalami korslet.
"Itu mobil diduga korslet karena sementara jalan lalu muncul percikan api dan membesar. Tidak ada solar terbakar karena cepat dikasih turun oleh sopirnya," jelasnya.
Haeruddin menuturkan ada 20 jeriken yang diangkut di mobil pikap. Menurutnya solar itu untuk keperluan petani tebu.
"Untuk yang mobil terbakar, ada 20 jeriken solar na angkut. Itu keperluan untuk petani tebu," tambahnya.
Sementara warga Libureng, Mimin menuturkan, mobil yang terbakar itu diduga berasal dari Kabupaten Bulukumba yang memuat solar dalam jeriken. Mobil itu tiba-tiba terbakar dan berhenti di pinggir jalan.
"Dari arah selatan itu Mobil atau dari arah Bulukumba. Kayaknya naik panas mesin mobilnya, dan dipaksa untuk tetap jalan sehingga terbakar," ucap Mimin.
Mimin menambahkan, saat mobil itu terbakar sopirnya menurunkan muatan solarnya dan berusaha memadamkan api. Namun api terlanjur membesar yang membuat mobil terbakar seluruhnya.
"Berusaha tadi na padamkan apinya tapi susah. Saat ini mobil itu hangus terbakar," jelasnya.
(sar/hsr)
