Polisi mengaku kesulitan mengusut kasus penembakan maut di yang menewaskan satu warga sipil di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah karena adanya sejumlah hambatan.
Polisi masih berupaya mengusut kasus penembakan maut di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, yang menewaskan seorang warga sipil diduga dilakukan oknum polisi.
Pria di Dogiyai, Papua Tengah, tewas ditembak polisi dengan alasan mabuk dan pemalakan. Namun Pj Bupati Dogiyai Petrus Agapa membantah tudingan Yulianus itu.
Pj Bupati Dogiyai Petrus Agapa menanggapi kasus Yulianus Tebay tewas ditembak polisi. Dia membantah Yulianus melakukan pemalakan karena hanya hendak berkebun.
Penembakan maut yang berujung kericuhan di Dogiyai, Papua Tengah, menyebabkan sejumlah warga merasa terancam. Sekitar 150 warga bahkan mengungsi ke Nabire.