Pejati menjadi sarana mengungkapkan rasa kesungguhan hati ke hadapan Sang Hyang Widhi beserta manifestasinya ketika hendak melaksanakan upacara tertentu.
Berbagai upaya menjaga kelestarian sumber mata air di Bali, yang salah satunya adalah menjaga lingkungan hidupnya, termasuk menjaga keberadaan pohon-pohon
Proses dalam kremasi hewan tersebut dimulai dari memandikan hewan, kemudian diselimuti dengan kain kafan putih dan diberikan sesajen berupa canang, dan bunga.
bekas galian tersebut ditutup seng. Sehingga bila tim Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali melakukan penelitian, akses itu bisa dibuka mudah.