Bung Tomo dalam historiografi Belanda dianggap penjahat perang. Dia dianggap pemimpin pembantaian terhadap orang Indo Belanda di Balai Pemuda Surabaya.
Warga Kelurahan Belawan Bahagia harus hidup berdampingan dengan banjir rob. Mereka pun tetap menjalankan aktivitas di tengah banjir yang sehari-hari datang.