Laing Ngau menjadi orang terakhir dalam tradisi telinga panjang di Desa Long Lasan. Sayang, sedikit memori indah dalam memorinya saat memiliki telinga panjang.
Telinga panjang yang dulu jadi kebanggaan dan simbol kecantikan suku Dayak, terancam punah. Di tengah perubahan persepsi sosial, tradisi ini makin ditinggalkan.
Bagi masyarakat adat Dayak Kenyah, tato dan telinga panjang bukan sekadar hiasan. Itu adalah lambang status, keberanian, dan identitas yang diwariskan leluhur.