Ada cerita pilu lainnya dari mangkraknya apartemen The Spring Residence yang ternyata dijarah maling. Padahal beberapa unit sudah dilakukan serah terima kunci dan ada yang sudah ditambahkan perabotan.
Suami dari pemain sinetron Ana Riani, Willy Alvian membagikan kondisi lorong apartemen The Spring Residence setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengumumkan bahwa PT Kembang Sari Buana dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau pailit pada 2024. Video tersebut ia bagikan melalui media sosial Threads @willyalvian.
Lorong tersebut telah terpasang keramik, dindingnya sudah diplester tetapi belum dicat, atap sudah terpasang plafon, pintu dan jendela tiap unit sudah terpasang tersisa finishing. Namun, setelah diputuskan dipailit, kondisinya memprihatinkan. Banyak plafon yang jebol dengan besi banyak yang patah dan kabel menjuntai. Lalu, pintu hydrant dalam keadaan terbuka dan kosong. Di lantai berserakan bata yang hancur dari dinding dan patahan besi dari plafon.
Saat dihubungi, Ana Riani mengonfirmasi bahwa apartemen tersebut dijarah sebelum mereka datang dan merekam kondisi lorong tersebut.
"Itu dalemnya tuh udah hancur banget. Sudah dipretelin semua. Jadi kayak atap-atapnya tuh udah pada dijebol karena mereka masuk gitu kan. Terus yang unit-unit yang udah hampir jadilah gitu kan ada toiletnya, ada aksesorisnya, itu dipretelin. Nggak tahu sama preman atau orang-orang situ, mulai dari klosetnya, wastafelnya, terus yang buat alat pemadam kebakaran, pokoknya semua dipretelin," ujar Ana kepada detikcom pada Selasa (22/9/2026).
Ana hingga hari ini tidak mendapatkan unit yang dibelinya dan uang yang sudah disetorkan sebanyak Rp 315 juta tidak kembali seluruhnya. Padahal ia telah memulai cicilan sejak 2015 sebesar Rp 22,5 juta selama 14 bulan untuk unit 2 kamar tidur seharga sekitar Rp 550 jutaan. Ia membayar secara cash bertahap langsung kepada pengembang. Uang yang didapatnya kembali hanya sekitar Rp 50 jutaan.
Terpisah, detikcom juga berbicara dengan salah satu konsumen apartemen The Spring Residence yang menjadi korban penjarahan ini bernama Daniel (Nama disamarkan). Ia sudah melakukan serah terima kunci sebelum pengembangnya, PT Kembang Sari Buana dinyatakan pailit pada 2024. Pada saat terima kunci, pembangunan apartemen belum sepenuhnya selesai. Pembangunan baru berjalan sekitar 70-80 persen. Lift, listrik, dan air belum berfungsi semua.
Pada awalnya Daniel dijanjikan mendapat unit di lantai 19. Tiba-tiba ia ditawari pindah ke lantai 5. Alasannya pengerjaan apartemen akan diprioritaskan sampai lantai 11 dulu. Daniel pun setuju. Ia membeli unit 2 kamar tidur seharga Rp 558 juta dibayar cash bertahap kepada pengembang dalam 3 tahun dan sudah lunas.
Daniel sudah tertarik membeli apartemen tersebut sejak 2012 saat proyek tersebut masih berbentuk lahan. Pada saat itu ia dijanjikan serah terima pada 2017. Lalu mundur ke 2019 dan ke 2021. Akhirnya ia mendapatkan kunci pada 2022 dengan segala keterbatasan.
"Itu 2020, nah saya gini, 'Mba ini beneran nanti ini udah yang ke-4 itu kan nunda mulu mau penyerahan'. 'Iya Pak'. Saya serah terima kunci, Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) udah, penyerahan kunci," ujarnya.
Pada saat itu ada puluhan unit yang sudah bisa serah terima kunci. Namun, hanya sekitar 10 orang yang mengambil kunci langsung ke pengembang bersama dirinya. Setelah terima kunci, unit tersebut belum bisa ditempati. Ia hanya menghias unit tersebut dengan ditambahkan kompor tanam, TV, sofa, meja, kasur, dan perabotan lainnya. Biaya yang dihabiskan untuk isi dalam sekitar Rp 60 juta.
Dari serah terima itu sampai pengembang dinyatakan pailit, Daniel sering bolak-balik ke unitnya untuk bersih-bersih. Setelah dinyatakan pailit, ia ingin kembali ke apartemen untuk mengambil barang-barang atau setidaknya TV. Namun, ia tidak diizinkan. Setelah berdebat, pihak kurator pengadilan dan satpam apartemen mengizinkan masuk.
Pemandangan di dalam tidak seperti yang ia bayangkan. Mulai dari dinding, lantai, hingga atap banyak kerusakan akibat dijarah. Bukan hanya bagian lorong yang tidak selamat, ternyata unitnya yang terkunci rapat juga porak poranda dijarah maling. Ia tidak tahu dari mana maling bisa masuk ke dalam unitnya yang terkunci.
(aqi/das)