Apartemen Mangkrak Pesinetron Ana Riana Dijarah Maling!

Apartemen Mangkrak Pesinetron Ana Riana Dijarah Maling!

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 23 Sep 2026 16:08 WIB
Ana Riana
Ana Riana. Foto: Tangkapan layar Instagram @anariana27
Jakarta -

Ada cerita pilu lainnya dari mangkraknya apartemen The Spring Residence yang ternyata dijarah maling. Padahal beberapa unit sudah dilakukan serah terima kunci dan ada yang sudah ditambahkan perabotan.

Suami dari pemain sinetron Ana Riani, Willy Alvian membagikan kondisi lorong apartemen The Spring Residence setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengumumkan bahwa PT Kembang Sari Buana dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau pailit pada 2024. Video tersebut ia bagikan melalui media sosial Threads @willyalvian.

Lorong tersebut telah terpasang keramik, dindingnya sudah diplester tetapi belum dicat, atap sudah terpasang plafon, pintu dan jendela tiap unit sudah terpasang tersisa finishing. Namun, setelah diputuskan dipailit, kondisinya memprihatinkan. Banyak plafon yang jebol dengan besi banyak yang patah dan kabel menjuntai. Lalu, pintu hydrant dalam keadaan terbuka dan kosong. Di lantai berserakan bata yang hancur dari dinding dan patahan besi dari plafon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampakan dalam apartemen The Spring Residence di CiputatPenampakan dalam apartemen The Spring Residence di Ciputat Foto: Tangkapan layar Threads @willyalvian

Saat dihubungi, Ana Riani mengonfirmasi bahwa apartemen tersebut dijarah sebelum mereka datang dan merekam kondisi lorong tersebut.

"Itu dalemnya tuh udah hancur banget. Sudah dipretelin semua. Jadi kayak atap-atapnya tuh udah pada dijebol karena mereka masuk gitu kan. Terus yang unit-unit yang udah hampir jadilah gitu kan ada toiletnya, ada aksesorisnya, itu dipretelin. Nggak tahu sama preman atau orang-orang situ, mulai dari klosetnya, wastafelnya, terus yang buat alat pemadam kebakaran, pokoknya semua dipretelin," ujar Ana kepada detikcom pada Selasa (22/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ana hingga hari ini tidak mendapatkan unit yang dibelinya dan uang yang sudah disetorkan sebanyak Rp 315 juta tidak kembali seluruhnya. Padahal ia telah memulai cicilan sejak 2015 sebesar Rp 22,5 juta selama 14 bulan untuk unit 2 kamar tidur seharga sekitar Rp 550 jutaan. Ia membayar secara cash bertahap langsung kepada pengembang. Uang yang didapatnya kembali hanya sekitar Rp 50 jutaan.

Terpisah, detikcom juga berbicara dengan salah satu konsumen apartemen The Spring Residence yang menjadi korban penjarahan ini bernama Daniel (Nama disamarkan). Ia sudah melakukan serah terima kunci sebelum pengembangnya, PT Kembang Sari Buana dinyatakan pailit pada 2024. Pada saat terima kunci, pembangunan apartemen belum sepenuhnya selesai. Pembangunan baru berjalan sekitar 70-80 persen. Lift, listrik, dan air belum berfungsi semua.

Pada awalnya Daniel dijanjikan mendapat unit di lantai 19. Tiba-tiba ia ditawari pindah ke lantai 5. Alasannya pengerjaan apartemen akan diprioritaskan sampai lantai 11 dulu. Daniel pun setuju. Ia membeli unit 2 kamar tidur seharga Rp 558 juta dibayar cash bertahap kepada pengembang dalam 3 tahun dan sudah lunas.

Daniel sudah tertarik membeli apartemen tersebut sejak 2012 saat proyek tersebut masih berbentuk lahan. Pada saat itu ia dijanjikan serah terima pada 2017. Lalu mundur ke 2019 dan ke 2021. Akhirnya ia mendapatkan kunci pada 2022 dengan segala keterbatasan.

"Itu 2020, nah saya gini, 'Mba ini beneran nanti ini udah yang ke-4 itu kan nunda mulu mau penyerahan'. 'Iya Pak'. Saya serah terima kunci, Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) udah, penyerahan kunci," ujarnya.

Pada saat itu ada puluhan unit yang sudah bisa serah terima kunci. Namun, hanya sekitar 10 orang yang mengambil kunci langsung ke pengembang bersama dirinya. Setelah terima kunci, unit tersebut belum bisa ditempati. Ia hanya menghias unit tersebut dengan ditambahkan kompor tanam, TV, sofa, meja, kasur, dan perabotan lainnya. Biaya yang dihabiskan untuk isi dalam sekitar Rp 60 juta.

Dari serah terima itu sampai pengembang dinyatakan pailit, Daniel sering bolak-balik ke unitnya untuk bersih-bersih. Setelah dinyatakan pailit, ia ingin kembali ke apartemen untuk mengambil barang-barang atau setidaknya TV. Namun, ia tidak diizinkan. Setelah berdebat, pihak kurator pengadilan dan satpam apartemen mengizinkan masuk.

Pemandangan di dalam tidak seperti yang ia bayangkan. Mulai dari dinding, lantai, hingga atap banyak kerusakan akibat dijarah. Bukan hanya bagian lorong yang tidak selamat, ternyata unitnya yang terkunci rapat juga porak poranda dijarah maling. Ia tidak tahu dari mana maling bisa masuk ke dalam unitnya yang terkunci.

"Itu sudah habis barang saya diambil, habis. Semua total habis disisain seprai-seprai spray. Jujur ya unit saya itu yang punya sepupu saya. Orangnya kerja di luar negeri. Saya yang ngurusin sampai itu habis. Jadi saya istilahnya sudah jatuh tertimpa tangga pula," tuturnya.

Ia mempertanyakan fungsi satpam yang seharusnya melindungi unit-unit yang ada di apartemen. Bangunan dengan ratusan unit tersebut ternyata hanya dijaga oleh 2-3 satpam setiap hari. Daniel sudah melaporkan hal ini kepada polisi, tetapi tidak ditindaklanjuti.

Kerugian yang ditanggungnya ini justru hanya mendapat kompensasi 8 persen dari jumlah uang yang sudah disetor berdasarkan keputusan pengadilan. Daniel jelas tidak terima. Ia sudah lunas sejak awal dan seharusnya hitungannya berbeda dengan konsumen-konsumen yang berhenti di tengah jalan. Selain itu, ia juga sudah serah terima dan kini tidak bisa menempati unit tersebut.

Sampai hari ini ia tidak mengambil kompensasi 8 persen tersebut di pengadilan. Ia masih terus berjuang untuk mendapatkan seluruh uangnya kembali.

"Dari pengadilan sampai pengadilan bilang pailit, itu masa kita mau diganti dengan 8 persen? Bayanginlah Rp 558 juta kalau saya terima, itu cuma dapat sekitar Rp 50 juta dari Rp 558. Saya nggak terima lah. Nggak mau ambil duitnya. Akhirnya sekarang katanya uangnya itu ada di pengadilan. Kita nggak mau ambil. Jadi kita menuntut supaya kembali semua," tekannya.

Apartemen The Spring Residence CiputatApartemen The Spring Residence Ciputat Foto: Almadinah Putri Brilian

Selain menghubungi konsumen, detikcom juga mengunjungi lokasi Apartemen The Spring Residence yang berada di Jalan Otista Raya No.23, Ciputat, Tangerang Selatan. Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, tampak sebuah bangunan apartemen sudah berdiri. Apartemen tersebut bisa terlihat dari pinggir dan seberang jalan.

Akses masuk ke apartemen tersebut sudah tertutup rapat. Ada pagar yang terbuat dari besi setinggi 2 meter terpasang dan dilapisi dengan spanduk serta triplek untuk menutupi bagian dalam area tersebut. Di dalam area tersebut tampak pepohonan tinggi menjulang.

Tampak juga marketing gallery yang sudah terbengkalai. Sementara itu, plang bertuliskan 'THE SPRING RESIDENCES' masih terpasang di pinggir jalan.

Ada pun, pengembang The Spring Residence adalah anak usaha PT Gading Development Tbk, yakni PT Kembang Sari Buana. Menurut keterangan dari konsumen, proyek pembangunan ini telah direncanakan sejak 2012 dan mulai dibangun pada 2015. Pembangunannya dinyatakan berhenti pada 2024 karena perusahaan dinyatakan pailit. Padahal pembangunan sudah menyentuh 70-80 persen. Sudah topping off dan bagian fasad sudah dicat rapi. Bahkan ada beberapa konsumen yang sudah serah terima unit, meskipun pada saat itu lift, listrik, dan air belum beroperasi.

Apartemen ini menyediakan 4 jenis unit, yakni studio, 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, dan 3 kamar tidur. Harganya yang ditawarkan paling mahal sekitar Rp 700 jutaan per unit. Rencananya akan ada 2 tower apartemen yang hendak dibangun.

Alasan proyek ini menjadi mangkrak ini menurut konsumen karena terkendala biaya.

detikcom sudah mencoba menghubungi induk perusahaan pengembang The Spring Residence, yakni PT Gading Development Tbk melalui e-mail yang tercantum pada profil perusahaan yang tercantum pada laman Indonesia Stock Exchange (IDX). Namun, hingga artikel ini tayang, belum ada tanggapan.

Halaman 2 dari 2
(aqi/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads