Pemeran Rinjani di serial Tukang Ojek Pengkolan Ana Riana mengungkapkan rugi ratusan juta karena membeli apartemen yang proyeknya mangkrak di tengah jalan. Apartemen tersebut adalah The Spring Residence di Ciputat yang dibangun oleh anak usaha PT Gading Development Tbk, yakni PT Kembang Sari Buana.
Berdasarkan penelusuran detikcom, tidak banyak informasi soal PT Kembang Sari Buana. Namun, induk usahanya PT Gading Development Tbk terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sahamnya tercantum dalam pemantauan khusus di BEI.
Berdasarkan Profil Perusahaan Tercatat di IDX yang dikutip Rabu (23/9/2026) PT Gading Development Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di properti dan real estat. PT Gading Investment tercatat sebagai pemegang saham terbesar 24 persen dan di bawahnya ada PT Multidaya Industri memiliki 7 persen saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Gading Development Tbk memiliki 16 anak usaha yang berfokus pada pembangunan apartemen, perumahan, hotel, hingga investasi.
PT Kembang Sari Buana merupakan salah satu anak usaha yang memegang proyek pembangunan apartemen. PT Gading Development memegang 100 persen saham di sana. Pengadilan Negara Jakarta Pusat telah memutuskan bahwa PT Kembang Sari Buana dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau pailit sejak 2024.
Anak usaha lainnya milik PT Gading Development Tbk yang bergerak di apartemen antara lain:
1. PT Bumi Gading Jaya dengan kepemilikan 100%
2. PT Gading Selaras dengan kepemilikan 100%
3. PT Mitra Mentari Mulia dengan kepemilikan 99,98%.
Semua anak usaha yang bergerak di perumahan juga sebagian besar dimiliki seluruhnya oleh PT Gading Development Tbk. Berikut daftarnya.
1. PT Gading Hill (100%)
2. PT Graha Bumi Mas Jaya (99,59%)
3. PT Matari Kirana (99,97%)
4. PT Permata Jaya Bersinar (99,97%).
Lalu, yang bergerak di bidang perhotelan, sebagai berikut:
1. PT Gading Mahardika (99%)
2. PT Graha Kirana Indonesia (99%)
3. PT Permata Sari Bersinar (100%).
Terakhir ada di di bidang investasi, di antaranya:
1. PT Swakarsa Adimanunggal (99,99%)
2. PT Pondok Persada Jaya (99,98%)
3. PT Gading Hotel & Resort (100%).
Menurut keterangan dari konsumen, apartemen The Spring Residence merupakan proyek yang telah direncanakan sejak 2012 dan mulai dibangun pada 2015. Pembangunannya dinyatakan berhenti pada 2024 setelah pengembang dinyatakan pailit. Padahal pembangunan sudah menyentuh 70-80 persen. Sudah topping off dan bagian fasad sudah dicat rapi. Bahkan ada beberapa konsumen yang sudah serah terima unit, meskipun pada saat itu lift, listrik, dan air belum beroperasi.
Apartemen The Spring Residence Ciputat Foto: Almadinah Putri Brilian |
Apartemen tersebut menjual 4 tipe hunian, yakni studio, 1 kamar, 2 kamar, dan 3 kamar dengan harga paling mahal Rp 700 jutaan. Kabarnya akan ada 2 tower yang dibangun dengan fasilitas di area bawah terdapat food court atau area kuliner dan bioskop di bawah.
Ana Riana membeli apartemen tipe 2 kamar tidur seharga sekitar Rp 550 jutaan. Ia membayar dengan cicilan bertahap yang disetorkan langsung ke pengembang. Pada saat itu, ia tak bisa mengambil KPR karena pekerjaannya tidak memiliki slip gaji.
Lama cicilannya adalah 2 tahun, tetapi ia berhenti di bulan ke-14 karena mengetahui ada masalah pada pembangunan. Jumlah cicilan yang disetorkan Rp 315 juta dengan cicilan per bulan Rp 22,5 juta.
Setelah mengetahui ada masalah pada pembangunan, Ana sempat memohon agar uangnya dikembalikan. Pengembang sempat menolak dan hanya boleh setop bayar selama 3 bulan. Namun, setelah Ana menolak untuk melanjutkan pembayaran dan pindah unit ke rumah tapak, pengembang menyetujui refund.
"Tolong dong bantuin saya buat refund, saya bilang gitu. Karena saya jujur aja, saya udah nggak syuting. Terus saya tuh butuh banget dananya karena saya mau nikah. Terus udah gitu biaya after nikahnya gitu kan yang tadi abis nikah tuh kita tuh harusnya udah punya tempat tinggal sendiri, tapi gara-gara kasus ini, gara-gara apartemen ini kan saya jadi harus pengeluaran double gitu kan. Bayar apartemennya juga, terus bayar sewa tempat, atau saya cari rumah lain juga gitu, jadi cash flownya tuh hancur," ungkap Ana kepada detikcom, pada Rabu (23/9/2026).
Ia meminta setiap bulan dikembalikan Rp 30 juta. Namun, pengembang hanya memberikan Rp 30 juta yang dicicil 3 bulan dan setelah itu tidak ada kabar. Padahal pengembang telah sepakat untuk mengembalikan semuanya.
Ana dan konsumen lainnya telah berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan seluruh uangnya kembali. Namun, PT Kembang Sari Buana dinyatakan pailit atau tidak mampu membayar utang yang sudah jatuh tempo pada 2024. Kurator pengadilan menghitung setiap konsumen hanya mendapatkan 8 persen dari kegagalan proyek tersebut, yakni sekitar Rp 25 jutaan. Ana sebenarnya ingin semua uangnya kembali. Namun, jika menolak mengambil 8 persen tersebut, tidak ada pengganti lain.
"Daripada semuanya hilang, mau nggak mau saya ambil tuh yang 8 persen itu. Cuma dalam hati itu kayak nggak ikhlas. Masa sih kita kan mati-matian banting tulang bertahun-tahun dan itu tuh bukan duit kecil dan itu tuh kayak upaya kita buat masa depan kita gitu kan. Kok hasil banting tulang, kok lenyap gitu aja gitu. Jadi sedih banget," ungkapnya.
Alasan proyek ini menjadi mangkrak ini menurut konsumen karena terkendala biaya.
Sebelumnya diberitakan, suami Ara Riana, Willy Alvian bercerita bahwa apartemen yang sudah dicicil istrinya mangkrak dan hanya menerima pengembalian dana sebesar 8 persen dari total uang yang sudah disetorkan.
Ia memutuskan bercerita karena melihat saat ini semakin marak kasus proyek apartemen mangkrak ditemukan. Ia pun menyelipkan pesan agar masyarakat berhati-hati saat membeli properti. Latar belakang pengembang harus dicek.
"Tinggal kenangan, kami hanya diganti 8% dari total semua tagihan..Buat yang mau beli apartement atau rumah cek baik baik kredibilitas pengembang nya, selama proses PKPU dan Pailit (sidang) kami jadi tahu kalau dalam satu ruangan sidang itu bisa bergantian 3 sampai 4 kasus yang sama dan ada beberapa ruang sidang..miris banget ternyata banyak sekali kasus seperti ini dan ujung-ujungnya kami lah pihak konsumen yang RUGIKAN!" tulisnya, seperti dilihat detikcom lewat Threads @willyalvian, pada Rabu (23/9/2026).
detikcom sudah mencoba menghubungi induk perusahaan pengembang The Spring Residence, yakni PT Gading Development Tbk melalui e-mail yang tercantum pada profil perusahaan pada laman Indonesia Stock Exchange (IDX). Namun, hingga artikel ini tayang, belum ada tanggapan.

