Ini Apartemen Mangrak yang Dibeli Pesinetron Ana Riana di Ciputat

Ini Apartemen Mangrak yang Dibeli Pesinetron Ana Riana di Ciputat

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 23 Sep 2026 12:47 WIB
Ana Riana
Ana Riana. Foto: Tangkapan layar Instagram @anariana27
Jakarta -

Pesinetron Ana Riana mengungkapkan pernah menjadi korban apartemen mangkrak di daerah Ciputat. Pemeran Rinjani di Tukang Ojek Pengkolan ini mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 200 juta setelah pengembang dinyatakan pailit.

Apartemen yang dibeli oleh Ana adalah The Spring Residence yang berada Jalan Otista Raya No.23, Ciputat, Tangerang Selatan. Apartemen tersebut menjual 4 tipe hunian, yakni studio, 1 kamar, 2 kamar, dan 3 kamar dengan harga paling mahal sekitar Rp 700 jutaan. Kabarnya akan ada 2 tower yang dibangun dengan fasilitas di area bawah terdapat food court atau area kuliner dan bioskop.

Apartemen tersebut merupakan proyek yang digarap oleh anak usaha PT Gading Development Tbk, yakni PT Kembang Sari Buana. Menurut keterangan dari konsumen, proyek ini telah direncanakan sejak 2012 dan mulai dibangun pada 2015. Pembangunannya dinyatakan berhenti pada 2024 karena perusahaan dinyatakan pailit. Padahal pembangunan sudah menyentuh 70-80 persen. Sudah topping off dan bagian fasad sudah dicat rapi. Bahkan ada beberapa konsumen yang sudah serah terima unit, meskipun pada saat itu lift, listrik, dan air belum beroperasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan proyek ini menjadi mangkrak menurut konsumen karena terkendala biaya.

ADVERTISEMENT

Ana sendiri membeli apartemen ini karena sedang butuh ruangan untuk syuting endorsement yang pada 2015 itu sedang banyak. Biasanya ia menyewa hotel atau kos-kosan. Merasa kurang efisien jika terus menyewa, ia pun memutuskan membeli unit apartemen. Selain itu, lokasinya di Tangerang Selatan masih mudah dicapai apalagi pada saat itu ada rencana Ciputat akan terintergrasi dengan transportasi umum.

"Saya mikirnya kalau di Jakarta Selatan itu kan harga segitu tuh (Rp 550 jutaan) cuma dapat studio aja kan. Nah kalau minggir sedikit di daerah Ciputat itu udah dapet dua kamar. Terus dia juga ngasih fasilitas yang bagus banget dibanding apartemen-apartemen di sekitarnya," ujar Ana kepada detikcon pada Selasa (22/9/2026).

Unit yang dibeli Ana adalah tipe 2 kamar tidur seharga sekitar Rp 550 juta. Ia membayar dengan cicilan bertahap yang disetorkan langsung ke pengembang. Pada saat itu, ia tak bisa mengambil KPR karena pekerjaannya tidak memiliki slip gaji.

Ia yakin untuk membeli di sana karena sudah mengecek pengembangnya sehingga tidakmenduga kalau proyek tersebut akan mati nantinya. Jumlah cicilan bulanannya pun tidak sedikit, yakni Rp 22,5 juta per bulan.

"Nah tahap pembayarannya tuh saya kan ngambil tahun 2015 akhir karena kebetulan saya tuh sebenarnya public figure. Nah dulu tuh saya pernah shooting di salah satu stasiun TV di ANTV, dulu program Eat Bulaga (The New Eat Bulaga Indonesia) pada saat itu hits banget kan," terangnya.

"Nah pas saya dapet program itu, saya mikirnya kan dengan umur saya yang masih muda, lalu uangnya juga sayang gitu kalau untuk saya setiap hari tuh cuman pake jalan-jalan, nonton, nongkrong, atau beli baju gitu kan. Kayak saya mikirnya jangka panjang gitu pengennya tuh ditempati. Kalau emang nggak ditempati niat saya tuh mau dibikinin kayak studio fotografi," lanjutnya.

Setelah jalan cicilan bulan ke-14, ia mulai mendengar bahwa proyek tersebut ada masalah. Informasi tersebut ia dapat dari grup konsumen yang dibuat oleh pengembang. Namun, kabarnya masih simpang siur dan pengembang juga masih responsif menenangkan konsumen bahwa pembangunan akan tetap jalan. Ana yang penasaran pun langsung datang ke apartemen untuk mengecek. Ternyata di sana masih ada tukang, tetapi sedikit sekali.

Sejak saat itu, ia bersama beberapa konsumen sering berkumpul di apartemen untuk bertemu dengan pihak pengembang untuk menanyakan kejelasan proyek. Selama mediasi, Ana mengatakan respon konsumen berbeda-beda. Ada yang meminta uang dikembalikan, ada yang masih berharap proyek tersebut tetap berlanjut. Mediasi disebut digelar hingga puluhan kali dan selama itu yang menemui mereka bukan petinggi perusahaan, tetapi hanya perwakilannya saja dan tiap pertemuan berbeda orang.

Ana sempat membuat kesepakatan dengan pihak pengembang untuk pengembalian dana. Kesepakatan ini terjadi setelah ia mengajukan setop bayar karena isu pembangunan bermasalah dan menolak tawaran pengembang untuk pindah ke rumah tapak.

"Tolong dong bantuin saya buat refund, saya bilang gitu. Karena saya jujur aja, saya udah nggak syuting. Terus saya tuh butuh banget dananya karena saya mau nikah. Terus udah gitu biaya after nikahnya gitu kan yang tadi abis nikah tuh kita tuh harusnya udah punya tempat tinggal sendiri, tapi gara-gara kasus ini, gara-gara apartemen ini kan saya jadi harus pengeluaran double gitu kan. Bayar apartemennya juga, terus bayar sewa tempat, atau saya cari rumah lain juga gitu, jadi cash flownya tuh hancur," ungkap Ana.

Dalam kesepatan refund itu, pengembang harus mengembalikan uang yang sudah disetor Ana sebesar Rp 315 juta. Ia meminta setiap bulan dikembalikan Rp 30 juta. Namun, pengembang hanya memberikan Rp 30 juta yang dicicil 3 bulan dan setelah itu tidak ada kabar. Padahal pengembang telah sepakat untuk mengembalikan semuanya.

Ia berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan uangnya kembali seutuhnya. Namun, PT PT Kembang Sari Buana dinyatakan pailit atau tidak mampu membayar utang yang sudah jatuh tempo pada 2024. Semua konsumen diputuskan hanya bisa mendapatkan 8 persen dari total biaya yang sudah dibayar ke pengembang, yakni sekitar Rp 25 jutaan. Ana sebenarnya ingin semua uangnya kembali. Namun, kurator pengadilan menghitung tiap konsumen hanya mendapatkan 8 persen dari kegagalan proyek tersebut. Jika menolak mengambil 8 persen tersebut, tidak ada pengganti lain.

"Daripada semuanya hilang, mau nggak mau saya ambil tuh yang 8 persen itu. Cuma dalam hati itu kayak nggak ikhlas. Masa sih kita kan mati-matian banting tulang bertahun-tahun dan itu tuh bukan duit kecil dan itu tuh kayak upaya kita buat masa depan kita gitu kan. Kok hasil banting tulang, kok lenyap gitu aja gitu. Jadi sedih banget," ungkapnya.

Apartemen The Spring Residence CiputatApartemen The Spring Residence Ciputat Foto: Almadinah Putri Brilian

detikcom sudah mengunjungi lokasi Apartemen The Spring Residence. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, tampak sebuah bangunan apartemen sudah berdiri. Apartemen tersebut bisa terlihat dari pinggir dan seberang jalan.

Akses masuk ke apartemen tersebut sudah tertutup rapat. Ada pagar yang terbuat dari besi setinggi 2 meter terpasang dan dilapisi dengan spanduk serta triplek untuk menutupi bagian dalam area tersebut. Di dalam area tersebut tampak pepohonan tinggi menjulang.

Tampak juga marketing gallery yang sudah terbengkalai. Sementara itu, plang bertuliskan 'THE SPRING RESIDENCES' masih terpasang di pinggir jalan.

detikcom sudah mencoba menghubungi induk perusahaan PT Gading Development Tbk melalui e-mail yang tercantum pada profil perusahaan pada laman Indonesia Stock Exchange (IDX). Namun hingga artikel ini tayang, belum ada tanggapan.

Saksikan Live DetikSore :

Halaman 2 dari 2
(aqi/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads