Pemerintah sedang menjajaki kerja sama dengan investor asal China untuk membangun rumah susun di kota satelit. Sebanyak 10 titik lahan di 9 provinsi tengah disiapkan untuk pembangunan rusun.
Sejumlah lokasi pun tengah dibidik buat prospek pembangunan serta dilakukan survei. Namun, Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H Roberia menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan pasti akan lokasi tersebut.
Lantas, di mana 10 titik kota satelit yang berpotensi dibangunkan rusun?
"Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan," kata Roberia di Kantor Kementerian PKP, Kamis (17/9/2026).
Ia pun sudah meninjau lahan di Sumatera Utara. Menurutnya, lahan yang direkomendasikan oleh Kementerian ATR/BPN itu luas serta memiliki akses dekat laut dan tol.
Soal luas lahan, dia menyebutkan Menteri ATR/BPN yang memberikan rekomendasi menyatakan minimal 200 hektare buat setiap titik kota satelit. Namun, data yang Roberia terima tak sampai 200 hektare.
Lahan tersebut tak hanya untuk membangun rusun, tetapi juga rumah tapak hingga mal. Dengan begitu akan terbentuk kota satelit baru.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan skema, peraturan, hingga lahan tengah disiapkan. Untuk lahannya pun sudah mulai disurvei.
"Kita sudah bentuk tim. Nanti akhir bulan saya ketemu lagi (dengan perwakilan China). Supaya nanti itu bisa dibuat suatu percepatan terobosan. Tentu kita akan mendapatkan masukan apa yang dikehendaki itu kan suatu yang biasa ya," imbuhnya.
Di sisi lain, Ara mengatakan dirinya meminta rekomendasi teknologi dari China. Ia membutuhkan teknologi yang mampu membangun rumah susun (rusun) dengan aman, cepat, dan murah.
Sebelumnya diberitakan, Ara mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah lahan untuk membangun rusun hasil kerja sama dengan China. Namun, Ara tidak menjelaskan secara rinci di mana lokasinya.
Ara menyebut ada 10 titik lahan yang disiapkan oleh pemerintah untuk dibangun rusun. Ia juga memastikan lahan yang disiapkan telah mematuhi regulasi yang berlaku.
"Kan kita sudah siapkan, ada lahannya, ada regulasinya. Ada 10 titik (lahan) yang disiapkan," kata Ara kepada wartawan saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Simak Video "Video: RI Gandeng China Bangun Rusun, Jawaban untuk Kekurangan Hunian?"
(dhw/zlf)