×
Ad

Serba-serbi Tsuchikabe, Teknik Bikin Dinding Ramah Lingkungan-Tahan Gempa

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Selasa, 02 Jun 2026 08:00 WIB
Dinding rumah di Jepang yang memakai teknik tsuchikabe. Foto: Getty Images/iStockphoto/poteco
Jakarta -

Bahan-bahan seperti batu bata dan semen sering dipakai untuk membuat dinding yang kokoh. Tapi, dinding juga bisa dibuat pakai bahan alami lho.

Namanya tsuchikabe. Teknik pembuatan dinding yang berasal dari Jepang menggunakan bahan-bahan alami seperti tanah liat, pasir, dan jerami. Teknik ini dipakai di berbagai bangunan di Jepang, seperti rumah, kuil, serta rumah gaya Kyoto atau Kyomachi-ya yang menjadi salah satu paling tradisional di Jepang.

Dilansir dari jurnal berjudul Prefabricated mud wall units based on a traditional Japanese building system: Lateral in-plane performance in terms of connection, and crack development using digital speckle photography karya Hassel B. Ivon, et al. disebutkan bahwa dalam teknik tsuchikabe ini tanah liat berfungsi sebagai pengikat dan menyatukan campuran tersebut. Agregat seperti tanah dan pasir memberikan stabilitas volume dan dimensi.

Berbeda dari penggunaan bahan seperti bata dan semen, pembuatan dinding dengan teknik tsuchikabe ini membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan karena harus membiarkan lapisan-lapisan dinding kering.

Dilansir dari NHK World Japan, pembuatan dinding ini diplester dalam 3 tahap utama. Pertama, dibuat kerangka dari bambu, kemudian campuran bahan digunakan untuk mengisi celah, menciptakan lapisan dasar yang kasar.

Setelah kering, baru dilanjutkan plester kedua. Lapisan kedua ini menciptakan fondasi yang kuat. Setelah kering, masuk ke lapisan terakhir yang membuat dinding menarik dan tahan lama.

Penggunaan jerami pada campuran bahan dalam tsuchikabe ini membantu menekan penyusutan saat dinding mengering, sehingga mencegah retak.

Kelebihan Bikin Dinding Pakai Teknik Tsuchikabe

Apa saja keunggulan dari dinding rumah yang pakai teknik tsuchikabe?

Bahan Murah dan Ramah Lingkungan

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat dinding tersebut bisa dibilang cukup murah yaitu tanah liat, pasir, dan jerami. Tak hanya murah, bahan alami tersebut juga ramah lingkungan serta dapat diperbarui.

Tahan Gempa

Dinding rumah yang menggunakan teknik ini bisa tahan lama dan tidak mudah retak. Dinding dengan bahan campuran tersebut perlu dibuat tipis namun tetap memiliki kekuatan tinggi dan daya serap energi yang baik sehingga mampu menahan gempa. Material campuran pengisi dan rangka kayu menggabungkan kekuatan dan kekakuan masing-masing, sehingga memberikan keseimbangan pada struktur.

Tahan Api hingga Kedap Suara

Karena material yang digunakan dari tanah dan pasir, dinding ini bisa meredam suara dan tahan api sehingga bisa mencegah terjadinya kebakaran.

Tak hanya itu, material ini juga tidak mengalami pembusukan serta tahan dari serangan serangga.

Isolator Termal yang Baik

Penggunaan tanah menjadi dinding juga bisa menjadi isolator termal yang baik. Bahan ini memungkinkan untuk memperlambat perpindahan panas sehingga di dalam rumah tetap terasa hangat, terutama di musim dingin.

Kekurangan Bikin Dinding Pakai Teknik Tsuchikabe

Meski punya banyak keunggulan, tapi bukan berarti dinding tsuchikabe nggak punya kekurangan.

Pembuatan Mahal dan Lama

Meski bahan yang digunakan terhitung murah, namun pembuatannya cukup mahal karena harus menggunakan jasa tukang yang ahli. Belum lagi, pembuatan dindingnya juga lama agar campuran mengeras, setidaknya butuh sekitar 3 bulan dan sulit diperbaiki kalau sudah mengeras.

Tenaga Ahli yang Semakin Berkurang

Karena pembuatannya yang lama dan mahal, banyak masyarakat yang beralih menggunakan bahan bangunan konvensional. Hal ini menyebabkan minat penggunaan teknik tsuchikabe yang terus menurun yang lama-lama bisa menyebabkan hilangnya tenaga ahli.



Simak Video "Video: Cek Kamar Mandimu! Jangan Anggap Remeh Kalau Ada Lendir Merah Muda"

(abr/ilf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork