Pembuatan dinding memakai bahan-bahan alami bisa dilakukan loh. Salah satunya bisa pakai teknik tsuchikabe. Apa itu?
Teknik ini sudah dilakukan sejak lama di Jepang, bahkan sering ditemukan pada bangunan-bangunan seperti rumah, kuil, dan lainnya.
Pembuatan dinding menggunakan teknik ini memakai bahan-bahan alami seperti tanah liat, pasir, dan jerami. Campuran itu nantinya dipakai sebagai plester dinding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari NHK World Japan, pembuatan dinding ini diplester dalam 3 tahap utama. Pertama, dibuat kerangka dari bambu, kemudian lumpur digunakan untuk mengisi celah, menciptakan lapisan dasar yang kasar.
Setelah kering, baru dilanjutkan proses kedua. Lapisan kedua ini menciptakan fondasi yang kuat. Setelah kering, masuk ke lapisan terakhir yang membuat dinding menarik dan tahan lama.
Penggunaan jerami pada campuran bahan dalam tsuchikabe ini membantu menekan penyusutan saat dinding mengering, sehingga mencegah retak.
Dinding lumpur yang digunakan pada rumah tinggal perlu dibuat tipis namun tetap memiliki kekuatan tinggi dan daya serap energi yang baik sehingga mampu menahan gempa. Material lumpur pengisi dan rangka kayu menggabungkan kekuatan dan kekakuan masing-masing, sehingga memberikan keseimbangan pada struktur.
Selain bisa tahan gempa, dinding ini memiliki beberapa kelebihan lainnya. Berikut informasinya yang dilansir jurnal berjudul Prefabricated mud wall units based on a traditional Japanese building system: Lateral in-plane performance in terms of connection, and crack development using digital speckle photography karya Hassel B. Ivon, et al.
Kelebihan Dinding Tsuchikabe
Bahan Murah dan Ramah Lingkungan
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat dinding tersebut bisa dibilang cukup murah yaitu tanah liat, pasir, dan jerami. Tak hanya murah, bahan alami tersebut juga ramah lingkungan serta dapat diperbarui.
Tahan Gempa
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dinding rumah yang menggunakan teknik ini bisa tahan lama dan tidak mudah retak. Dengan material lumpur atau campuran bahan yang digunakan, bisa memberikan keseimbangan pada struktur dinding.
Tahan Api hingga Kedap Suara
Karena material yang digunakan dari tanah dan pasir, dinding ini bisa meredam suara dan tahan api sehingga bisa mencegah terjadinya kebakaran.
Tak hanya itu, material ini juga tidak mengalami pembusukan serta tahan dari serangan serangga.
Isolator Termal yang Baik
Penggunaan tanah menjadi dinding juga bisa menjadi isolator termal yang baik. Bahan ini memungkinkan untuk memperlambat perpindahan panas sehingga di dalam rumah tetap terasa hangat, terutama di musim dingin.
Kekurangan Dinding Tsuchikabe
Pembuatan Mahal dan Lama
Meski bahan yang digunakan terhitung murah, namun pembuatannya cukup mahal karena harus menggunakan jasa tukang yang ahli. Belum lagi, pembuatan dindingnya juga lama agar campuran mengeras, setidaknya butuh sekitar 3 bulan dan sulit diperbaiki kalau sudah mengeras.
Tenaga Ahli yang Semakin Berkurang
Karena pembuatannya yang lama dan mahal, banyak masyarakat yang beralih menggunakan bahan bangunan konvensional. Hal ini menyebabkan minat penggunaan teknik tsuchikabe yang terus menurun yang lama-lama bisa menyebabkan hilangnya tenaga ahli.
Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan teknik tsuchikabe dalam pembuatan dinding.
(abr/ilf)











































