Rumah Gadang merupakan rumah adat milik suku Minangkabau asal Sumatera Barat. Rumah ini sudah terkenal karena atapnya yang lancip bak tanduk.
Namu, ada hal lain yang lebih menarik dari bentuk atap rumah ini, yakni fitur tahan gempa dan anti malingnya. Kedua fitur ini sangat dibutuhkan hingga saat ini karena getaran dari gempa merupakan ancaman bagi bangunan dan penghuninya.
Dilansir dari jurnal berjudul Makna dan Nilai Filosofis dalam Arsitektur Rumah Gadang karya Novia Rahmadani dari Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, berikut rahasia anti gempa dan maling di Rumah Gadang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tiang Penyangga Rumah Gadang
Seperti yang kita tahu, Rumah Gadang berbentuk rumah panggung. Penyangganya adalah tiang kayu setinggi sekitar 1-2 meter dari permukaan. Mungkin detikers berpikir memangnya kuat dari gempa jika hanya mengandalkan tiang kayu? Jawabannya kuat banget.
Tiang penyangga ini dibangun nggak asal-asalan. Nenek moyang kita sudah mempertimbangkan agar rumah mereka tahan dari gempa karena pada masa itu pasti sering terjadi bencana alam.
Teknik yang digunakan adalah tiang dipasang tidak tertancap ke tanah, melainkan diletakkan di atas batu sandi. Lalu, model pemasangannya dibuat mengembang ke atas. Jika lurus justru menancap ke tanah.
Peletakkan tiang di atas batu sandi ini tujuannya agar jika terjadi gempa Rumah Gadang tidak ambruk. Sebab ketika terjadi gempa yang bergerak bukanlah bangunan rumah gadangnya, melainkan batu sandi tersebut yang mengikuti gerakan bumi.
Lalu, tiang rumah gadang juga dibuat agak miring. Tujuannya, yakni untuk antisipasi jika terjadi angin kencang. Hal ini sesuai dengan pepatah adat disebut "condong nan indak mambaok rabah".
2. Jendela Tak Simetris dan Terbuka ke Dalam
Rumah gadang tempat kelahiran Tan Malaka yang indah Foto: detik |
Mengingat tiangnya dibuat agak miring, hal ini berdampak pada bentuk jendela Rumah Gadang yang juga miring dan tidak simetris.
Selain itu, jendela di Rumah Gadang memiliki dua pintu. Umumnya jendela dibuka dengan didorong keluar, tetapi ini justru sebaliknya. Jendelanya terbuka dengan ditarik ke dalam. Tujuannya ialah jika terjadi serangan dari luar seperti orang asing yang melemparkan batu ke arah dalam rumah gadang, maka jendela dapat dengan cepat ditutup tanpa melukai orang di dalam. Begitu pula jika ada orang jahat ingin masuk ke dalam lewat jendela, akan lebih sulit karena pasti akan kelihatan.
Itulah dua rahasia arsitektur Rumah Gadang yang ajaib, semoga bermanfaat.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/das)










































