Rumah bisa dibangun menggunakan material tanah, khususnya pada bagian tembok. Bangunan seperti ini bisa menjadi opsi hunian yang lebih ramah lingkungan.
Arsitek Budi Pradono mengatakan rumah dari tanah itu dibuat dengan cara memadatkan tanah beserta bahan tambahan menjadi tembok. Menurutnya, pembuatan dinding seperti ini lebih ramah lingkungan karena tidak ada proses pembakaran layaknya batu bata.
"Memang rammed earth itu sudah ada dari dulu, istilahnya tanah yang dipadatkan," kata Budi kepada detikProperti, Senin (23/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut rumah tanah memiliki keunggulan yakni lebih ramah lingkungan dari bangunan pada umumnya. Lalu, suasana di dalam rumah juga lebih sejuk.
Di sisi lain, pembuatan tembok tanah tidak semudah yang dikira. Sebab, proses pembangunan membutuhkan waktu dan biaya yang tak sedikit.
Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan rumah tanah? Berikut ini penjelasannya.
Kelebihan Rumah Tanah
Inilah kelebihan membangun rumah dari tanah.
1. Opsi Ramah Lingkungan
Rumah dari tanah lebih ramah lingkungan karena tidak ada proses pembakaran. Dengan begitu, tak perlu ada pohon yang ditebang dan kayu yang dibakar.
"(Dinding rumah tanah) alternatif yang ramah lingkungan karena tidak ada proses pembakaran," katanya.
Lalu, bahan tanah bisa didapatkan secara lokal atau tidak terlalu jadi dari lokasi proyek. Material didapatkan tanpa perlu menghabiskan banyak biaya transport atau bensin.
2. Bangunan Lebih Sejuk
Dinding tanah dapat menahan panas masuk rumah. Sebab, ketebalan tembok dibuat sampai 30 cm sehingga hawa panas dari luar tidak cepat tembus.
"Ramah lingkungan karena tebalnya 30 cm jadi kalau kena sinar matahari, panas mataharinya nggak masuk ke dalam. Jadi saving energy, untuk AC tidak perlu banyak-banyak," katanya.
3. Tampilan Unik
Rumah tanah cocok bagi penghuni yang ingin suasana rumah yang alami dan berbeda dari rumah pada umumnya. Tampilan rumah tanah menarik, warna coklat pada tembok bisa beragam tergantung dari mana lokasi tanah diambil.
Kekurangan Rumah Tanah
Di sisi lain, ada beberapa kekurangan dari rumah tanah yang perlu dipertimbangkan.
1. Proses Pembuatan Lama
Proses pembuatan tembok dari tanah bisa memakan waktu yang lama kalau cuaca tidak mendukung. Tahap yang menyita waktu adalah membiarkan tanah mengering ketika dicetak jadi dinding.
"Bikin lama sebetulnya kalau misalnya kita di daerah hujan itu kan sulit kering," ucapnya.
Oleh karena itu, menurutnya rumah tanah cocok dibangun di tempat yang panas seperti pesisir. Proses pembuatan tidak terlalu terhambat akibat hujan.
2. Biaya Pembangunan Mahal
Budi mengatakan biaya membangun rumah dari tanah itu mahal, bisa tiga kali lipat dari rumah biasa.
Biaya berlebih ada pada pengolahan tanah. Tanah perlu diangkut dan disaring. Lalu, proses pemadatan membutuhkan banyak orang untuk menumbuk tanah menjadi dinding.
Meski demikian, ia menilai biaya pembangunan dapat lebih murah kalau proyek dilakukan secara masif. Tanah dibuat menjadi balok dahulu sehingga tinggal disusun menjadi tembok.
3. Belum Ada Standar Resmi
Selain itu, rumah tanah belum banyak diterapkan di Indonesia sehingga belum ada Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini membuat proyek komersial masih sulit menerapkan rumah tanah.
Itulah plus minus membuat rumah pakai bahan tanah. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)











































