×
Ad

Kecewa Berat, Warga Asya Ancam Datangi Kantor Pusat Astra di Sudirman

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Sabtu, 23 Mei 2026 19:29 WIB
Warga perumahan Asya gelar aksi demo di depan kantor pemasaran. Foto: Dok. Paguyuban Warga Asya
Jakarta -

Warga perumahan Asya di Cakung Timur, Jakarta Timur tengah kecewa lantaran merasa pengembang tak mendengar dan mengingkari janji. Setelah melakukan aksi damai di depan kantor pemasaran pun, warga tak kunjung bertemu dengan pihak manajemen.

Juru Bicara Paguyuban Warga Asya, Gerard Thema mengatakan warga memberikan waktu 7x24 jam kepada jajaran direksi pengembang untuk merespons tuntutan warga. Jika tidak ada kabar, warga mempertimbangkan untuk melakukan aksi dengan skala lebih besar di kantor pusat pengembang.

Untuk diketahui, perumahan Asya merupakan garapan Astra Land Indonesia. Perusahaan itu merupakan kolaborasi antara Astra Property dan Hongkong Land.

"Pasti tetap kita diplomasi dan mungkin aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar dan mungkin kita memikirkan bisa jadi di Menara Astra, di kantor Astra pusatnya di Jalan Jenderal Sudirman," kata Gerard kepada detikProperti, Sabtu (23/5/2026).

Warga merasa komunikasi dan layanan pengembang dengan warga tidak memadai. Mereka tak setuju dengan keputusan pengembang dilakukan secara sepihak.

"Kami jujur sangat kecewa, ya tadi dalam orasi adalah, pengembang sekelas Astra, pengembang sekelas Hongkong Land, kok tidak sampai hati untuk ketemu sama warganya? Kok sampai seperti itu? Kami tidak minta macam-macam," ujarnya.

Selain itu, warga Asya juga mempertimbangkan untuk mengambil jalur hukum. Mereka akan menuntut atas wanprestasi, di mana pengembang menjanjikan fasilitas clubhouse bersifat private, namun diduga diserahkan menjadi fasilitas umum.

"Kita mau coba masuk ke jalur hukum berarti ya. karena sudah ada kebohongan, terutama untuk private clubhouse ini," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, warga perumahan Asya sudah menyampaikan protes terhadap pengembang dan pengelola perumahan di depan kantor pemasaran. Sekitar 150 warga berkumpul melakukan aksi damai sembari menyuarakan keluhan.

Gerard mengatakan warga berharap dapat berdialog langsung dengan pihak manajemen dan pengembang. Mereka melakukan orasi untuk menyampaikan tuntutan agar didengar pihak manajemen.

"Kita akhirnya berorasi sampai di depan marketing gallery. Itu dimulai dari jam setengah 11 sampai jam setengah 12, kita orasi, terus kita minta manajemen untuk keluar untuk menerima kita," kata Gerard kepada detikProperti, Sabtu (23/5/2026).

Adapun tuntutan warga antara lain transparansi keuangan iuran pengelolaan lingkungan (IPL), kejelasan status fasilitas umum dan fasilitas sosial, perbaikan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), serta komunikasi dua arah dengan pengembang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(dhw/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork