Warga perumahan Asya di Cakung Timur, Jakarta Timur menyampaikan protes terhadap pengembang beserta pengelola perumahan. Sekitar 150 warga berkumpul melakukan aksi damai menyuarakan keluhan di depan kantor pemasaran perumahan Asya.
Juru Bicara Paguyuban Warga Asya, Gerard Thema mengatakan warga berharap ingin berdialog langsung dengan pihak manajemen dan pengembang. Mereka berorasi menyampaikan tuntutan agar didengar oleh manajemen.
Menurut keterangannya, warga sempat kesulitan untuk melakukan aksi damai di depan kantor pemasaran. Sebab, gerbang dikunci dan terdapat barikade. Setelah bernegosiasi dengan petugas keamanan, barulah mereka dapat masuk dan berorasi di depan kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akhirnya berorasi sampai di depan marketing gallery. Itu dimulai dari jam setengah 11 sampai jam setengah 12, kita orasi, terus kita minta manajemen untuk keluar untuk menerima kita," kata Gerard kepada detikProperti, Sabtu (23/5/2026).
Perwakilan warga sempat diminta untuk menemui estate manager. Namun, warga sempat menolak karena ingin pihak manajemen keluar menemui warga.
Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya perwakilan warga masuk untuk menemui estate manager. Akan tetapi, warga tidak menemukan manajer tersebut di dalam. Gerard pun menyebut warga kecewa lantaran pengembang enggan bertemu dengan warga perumahan.
"Kami jujur sangat kecewa," ucapnya.
Adapun tuntutan warga yang diorasikan antara lain transparansi keuangan iuran pengelolaan lingkungan (IPL), kejelasan status clubhouse, perbaikan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), serta komunikasi dua arah dengan pengembang. Warga merasa komunikasi dan layanan pengembang dengan warga tidak memadai. Berbagai keputusan pengembang dilakukan secara sepihak tanpa berdiskusi dengan warga.
Warga pun menyampaikan ultimatum, yaitu memberikan waktu 7x24 jam untuk mendapatkan respons dari jajaran direksi. Jika tidak ada jawaban, warga berencana melakukan aksi damai dalam skala lebih besar atau melayangkan tuntutan atas wanprestasi.
Sebelumnya diberitakan, warga perumahan Asya merasa tidak puas dengan keputusan sepihak yang diambil oleh pengembang. Mereka berniat melakukan aksi damai untuk menuntut janji manis pengembang yang tidak dipenuhi serta keluhan lainnya.
Gerard menyampaikan warga perumahan Asya mengeluhkan janji pengembang terkait private clubhouse. Fasilitas rekreasi dan olahraga itu semestinya hanya boleh digunakan oleh warga. Namun warga menemukan clubhouse telah diserahkan kepada pemerintah daerah menjadi fasilitas umum.
"Wanprestasi, dia (pengembang) janji Perumahan Asya sebagai perumahan premium, di mana mereka sudah (punya) private clubhouse, tetapi secara sepihak, kita juga tahunya bukan dari mereka, tetapi tahu dari Peta Jakarta 1, ada dua clubhouse yang statusnya sudah diserahterimakan ke Pemda DKI Jakarta sebagai fasilitas umum," kata Gerard kepada detikProperti, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, Gerard menyampaikan ada masalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Warga mengeluhkan bau tak sedap dari lokasi IPAL yang berada di bawah clubhouse. Keluhan itu sudah disampaikan kepada pengelola sejak 2023 tetapi hingga kini belum ada solusi jelas.
Di sisi lain, ia juga menyebut warga keberatan dengan kenaikan iuran pengelolaan lingkungan (IPL). Kenaikan IPL disebut dilakukan secara sepihak serta tidak ada transparansi keuangan untuk penggunaannya.
Untuk diketahui, perumahan Asya merupakan residential township garapan Astra Land Indonesia. Perusahaan itu merupakan kolaborasi antara Astra Property dan Hongkong Land.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/dhw)











































