Warga Jakarta Garden City (JGC) melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap fasilitas dan lingkungan perumahan yang dinilai tidak sesuai janji pengembang. Mereka mengeluhkan jalan rusak hingga bau sampah.
Ketua RT 18/RW 14, Jakarta Garden City, Wahyu Andre Maryono mengatakan jalanan di perumahan JGC hancur dan berlubang. Kondisi tersebut mengakibatkan motor terperosok, mobil rusak, bahkan warga terjatuh dan terluka.
Ia juga mengatakan kondisi perumahan tidak memadai, salah satunya ada tembok di salah satu klaster yang nyaris roboh. Fasilitas perumahan juga tak selengkap yang dijanjikan ketika warga membeli rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, terdapat operasional pabrik sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan yang menghasilkan bau. Bau tak sedap itu mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga. Alhasil, warga pun berdemo di kompleks. Sejumlah spanduk keluhan dibentangkan warga.
"Sampai hari ini masih ada aktivitas dari pabrik pengelolaan sampah milik Pemda DKI. Dan itu baunya itu masih sering kita rasakan. Nah kami ini menuntut tanggung jawabnya manajemen," ujar Wahyu saat dihubungi detikProperti, Minggu (18/1/2026).
Warga Ngadu ke Pramono-Pengelola
Di samping itu, Wahyu mengaku sudah menghubungi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengeluhkan tentang bau dari pabrik sampah. Ia menghubungi Pramono via pesan singkat serta mengirimkan surat.
"Saya komplain kepada Pak Gubernur (Jakarta Pramono Anung), waktu terakhir di bulan November karena bau yang sangat menyengat," katanya.
Ia menyebut Pramono mengatakan akan menurunkan kapasitas pabrik dari 2.500 ton menjadi 1.000 ton agar tidak menimbulkan dampak bau. Lalu, pengangkutan sampah akan menggunakan truk tertutup.
Kemudian, ia juga memohon agar warga dapat melakukan audiensi dengan Pramono. Hal itu, menurut Wahyu, dijanjikan oleh Pramono tetapi hingga saat ini belum terealisasi.
"Perbaikan-perbaikan itu sih kami apresiasi ya, Pak Gubernur (Jakarta Pramono Anung). Cuma yang kami sesalkan, keinginan kami untuk beraudiensi dengan beliau sampai sekarang itu belum dijawab," ucapnya.
Selain itu, warga sudah melayangkan protes kepada pihak pabrik. Operasional pabrik sudah berhenti beberapa kali dan melakukan perbaikan. Bau sampah telah berkurang, tetapi hingga kini masih mengganggu kenyamanan warga JGC.
Kemudian, warga sudah menyampaikan keluhan kepada pihak manajemen JGC terkait bau sampah. Namun, pihak manajemen tidak dapat berbuat apa-apa karena pabrik tersebut milik pemerintah.
"Manajemen lepas tangan, bilang 'Itu bukan urusan kami Pak, itu urusan dengan pemerintah daerah, kami tidak bisa ikut campur'. Tapi dia tetap jualan rumah," ucapnya.
Penampakan jalan rusak di Jakarta Garden City. Foto: Dok. Wahyu Andre Maryono |
Di samping itu, warga sudah protes terkait fasilitas perumahan yang rusak dan tidak sesuai janji. Mereka meminta jalan rusak dan berlubang di lingkungan perumahan segera diperbaiki.
"Jalanannya hancur berlubang-lubang dan tidak segera diperbaiki. Sebenarnya pada akhir tahun lalu kami sudah sempat ketemu dengan manajemen, mereka menjanjikan akan ada perbaikan dulu minor ditambal-tambal, nanti Juni katanya baru akan ada perbaikan total," jelasnya.
Tuntutan Warga JGC Cakung
Wahyu mengatakan warga berharap pengembang dan manajemen JGC tak tinggal diam terhadap pabrik sampah yang menimbulkan bau. Pihak JGC perlu ikut melakukan protes, mitigasi dampak, melakukan advokasi, serta pendampingan kepada warga. Manajemen JGC juga harus terbuka kepada calon pembeli terkait kondisi perumahan.
Lalu, warga meminta perumahan segera memperbaiki jalan rusak sampai tuntas sehingga tidak ada kerusakan berulang. Perbaikan dan perawatan juga perlu dilakukan pada fasilitas umum perumahan, termasuk pada tembok klaster.
Kemudian, warga ingin pengelolaan klaster dilakukan secara mandiri. Dengan begitu, warga tak perlu bayar iuran pemeliharaan keamanan dan lingkungan (IPKL) kepada manajemen perumahan.
"Sampai hari ini tidak ada pertanggungjawaban digunakan untuk apa uangnya, selama bertahun-tahun, tidak ada transparansi penggunaan anggaran," imbuhnya.
Warga Ancam Lakukan Aksi Demo
Wahyu mengatakan warga akan terus melakukan demo setiap bulan untuk mendorong pengelola perumahan melakukan perbaikan. Aksi selanjutnya akan dilakukan pada 14 Februari 2026.
"Kami akan melakukan aksi lagi tanggal 14 Februari, di hari Valentine. Kami akan bagi-bagi bunga dan juga brosur untuk menghimbau supaya warga jangan beli rumah di Jakarta Garden City kalau manajemen tidak mampu mengelola kawasannya dengan baik," tuturnya.
detikProperti sudah berusaha menghubungi pihak PT Modernland Realty Tbk selaku pengembang Jakarta Garden City. Namun, sampai berita ini tayang belum ada tanggapan dari pengembang tersebut.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)












































