×
Ad

Dekat Stasiun Manggarai Bakal Dibangun Rusun, Cicilan Start Rp 2,9 Jutaan

Heri Purnomo - detikProperti
Sabtu, 23 Mei 2026 15:09 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mulai membangun rumah susun (rusun) yang harganya terjangkau. Hunian itu rencananya dibangun di lahan milik KAI seluas 2,1 hektare di kawasan Stasiun Manggarai.

Dilansir dari detikFinance, proyek tersebut groundbreaking pada Juli 2026 dan ditargetkan rampung akhir 2027. PT KA Properti Manajemen, anak usaha KAI, mengembangkan proyek itu dengan tujuh tower setinggi 24 lantai.

"Kami akan coba canangkan mulai groundbreaking di sekitar Juli nanti. Harapannya, akhir 2027 kita sudah bisa selesaikan konstruksinya," ujar Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan Badan Pusat Statistik, Pemprov DKI Jakarta, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Menara BTN, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

Endiyanto menjelaskan 1.210 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tertentu (MBT) akan dibangun di Blok G. Sementara itu, di Blok F bakal dibangun 3.432 unit rusun yang lebih premium.

"Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp 500 juta sampai Rp 630 juta untuk luasan 45," ujarnya.

Sementara itu, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati, menjelaskan simulasi pembelian rusun subsidi di sana. Calon pembeli bisa membayar uang muka 1 persen atau Rp 5 juta dan plafon kredit Rp 495 juta untuk hunian seharga Rp 500 juta. Lalu, cicilan setiap bulan sebesar Rp 2,9 juta selama 30 tahun.

"Jadi, kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6 persen itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya Rp 2,9 juta, fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap 5 tahun, angsurannya tetap gitu ya," ujarnya.

Di sisi lain, calon pembeli yang ingin membeli rusun dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama, calon pembeli belum pernah memiliki rumah atas nama pribadi dan belum pernah menerima subsidi perumahan lainnya. Lalu, calon pembeli memiliki masa kerja minimal dua tahun dan berusia minimal 21 tahun.

Penerima program tersebut juga perlu memenuhi syarat penghasilan. Untuk wilayah Jabodetabek, maksimal penghasilan Rp 12 juta untuk lajang dan Rp 14 juta bagi yang sudah menikah.

"Nah, syaratnya apa? Mudah, cukup KTP, KK, NPWP, akta kalau teman-teman sudah menikah itu juga harus dilampirkan ya. Jadi, buat yang single, buat yang join bisa ikutan program FLPP ini," tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(dhw/dhw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork