Rumah susun (rusun) subsidi di Manggarai bisa dibeli dengan skema tenor 40 tahun. Skema ini dibuat untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar bisa membeli rumah dengan cicilan yang rendah.
"Suku bunganya itu sangat rendah, yaitu 6 persen. Bahkan kita sudah buka di dalam Peraturan Menteri sudah bisa tenor sampai 40 tahun," kata Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati saat ditemui di Manggarai pada Selasa (18/8/2026).
Selain itu, pembeli juga akan mendapatkan pembebasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, rusun ini juga menerapkan sistem kredit inden. Progres pembangunan baru 20 persen sudah bisa dijual. Penjualan akan dibuka setelah groundbreaking, pada Jumat (21/8/2026).
Ada pun, untuk harga unit belum ditentukan secara pasti. Sri mengatakan perkiraan harganya, paling mahal Rp 14,5 juta per meter persegi. Namun, ada kemungkinan harganya lebih murah dari batas maksimal rusun di Jakarta.
"Di mana harga jual paling tingginya karena ini Jakarta Pusat itu Rp 14,5 juta per meter persegi. Dan itu pada batas atas ya. Jadi kalau KAI ternyata bisa lebih rendah dan sebagainya nanti diserahkan pada pengembang," ujarnya.
Jika melihat dari Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nomor 23/KPTS/M/2026 tentang Besaran Harga Jual, Luas Lantai, Suku Bunga, dan Jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah untuk Satuan Rumah Susun dalam Pelaksanaan Kredit/Pembiayaan Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, harga tertinggi rusun di Jakarta memang di Jakarta Pusat, yakni Rp 14,5 juta per meter persegi. Jika membeli rusun tipe 45 berarti harga termahalnya adalah Rp 652,5 juta per unit.
Namun, karena Manggarai letaknya di Jakarta Selatan, harga rusun subsidi tertinggi adalah Rp 14 juta per meter persegi. Jika membeli rusun tipe 45 harga termahalnya adalah Rp 630 juta.
Rusun subsidi di Manggarai ini nantinya akan dibangun di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) yang lokasinya di depan TKIT Harapan Ummat. Nantinya rusun yang dibangun akan mendapatkan Hak Guna Bangun (HGB).
Total akan ada ribuan unit rusun milik (rusunami) yang akan dibangun di 2 lahan PT KAI, yakni Blok F dan G. Blok G akan ada 3 tower, terdiri dari Tower A dengan 418 unit, Tower B dengan 506 unit, dan Tower C dengan 308 unit. Total di Blok G ini akan ada 1.232 unit yang terdiri dari unit tipe 28, 36, dan 45.
Sementara itu, Blok F nantinya dibangun 5 tower, terdiri dari Tower 1 dengan 572 unit, Tower 2 dengan 572 unit, Tower 3 dengan 528 unit, Tower 4 dengan 308 unit, dan Tower 5 dengan 528 unit. Total di Blok F ini jauh lebih banyak, yakni sekitar 2.508 unit yang terdiri dari unit tipe 28, 36, dan 45.
Tipe hunian 36 dan 45 tersedia 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan meja makan. Lalu, untuk tipe 28 jauh lebih kecil dengan mencakup 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.
(aqi/das)
