Di Hong Kong, ada sebuah kompleks apartemen super padat yang mendapatkan julukan 'Gedung Monster'. Kompleks hunian ini, menjulang tinggi ke atas dan mempunyai lebih dari 2 ribu unit apartemen yang bisa dihuni oleh 10 ribu orang.
Bangunan ini dibangun sebagai permukiman vertikal, karena keterbatasan lahan yang memaksa pembangunan menjulang ke atas. Gedung Monster berlokasi di Quarry Bay, yang merupakan wilayah padat penduduk di sisi timur Hong Kong. Kompleks ini sebenarnya bukan satu bangunan apartemen tunggal, melainkan lima struktur yang saling terhubung dan membentuk pola huruf 'E'.
Dilansir dari Asia Media, lima bangunan tersebut terdiri dari Montane Mansion, Oceanic Mansion, Fok Cheong Building, Yick Cheong Building, dan Yick Fat Building. Dari luar, deretan balkon dan jendela yang rapat menciptakan tampilan simetris yang mencolok dan kerap dianggap menyeramkan karena bangunannya yang punya struktur sangat padat.
Kompleks apartemen ini awalnya bernama Parker Estate dan dibangun pada tahun 1960 saat meledaknya populasi. Dibangun untuk menyediakan perumahan terjangkau bagi warga Hong Kong berpenghasilan rendah. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 2.243 unit apartemen yang mampu menampung hingga 10.000 penghuni dalam satu kawasan.
Selain sebagai tempat tinggal, Gedung Monster juga dirancang sebagai ruang hidup terpadu. Di lantai bawah terdapat toko kelontong, pasar tradisional, restoran, salon, tempat cuci pakaian, hingga berbagai usaha kecil lain yang mendukung kebutuhan sehari-hari para penghuni.
Namun, kepadatan ekstrem membawa konsekuensi tersendiri. Seorang penghuni bernama Eva Ho menggambarkan suasana bangunan tersebut sebagai hunian suram, dengan kondisi yang telah dipengaruhi usia bangunan selama lebih dari setengah abad. Ho juga menyoroti minimnya kualitas lingkungan hunian di dalam gedung.
"Yang bisa saya lihat dari jendela hanyalah dua bangunan lainnya," ujarnya menggambarkan betapa terbatasnya pencahayaan dan pandangan yang dimiliki penghuni apartemen.
Meskipun begitu, Ho menyebut bahwa Gedung Monster tetap menjadi bagian dari hidupnya. Ia telah menghabiskan seluruh hidupnya di kompleks tersebut dan menganggapnya sebagai ruang tinggal yang biasa, bukan sesuatu yang istimewa meski sering menarik perhatian dunia luar.
Dilansir dari The Guardian, popularitas Gedung Monster meningkat tajam setelah kompleks ini dijadikan lokasi syuting film Transformers. Sejak itu, bangunan ini kerap didatangi wisatawan yang ingin melihat langsung apartemen padat yang dianggap ikonik dalam lanskap perkotaan Hong Kong.
Di balik julukan menyeramkan dan tampilan arsitektur yang sesak dan super padat, Gedung Monster merepresentasikan realitas kehidupan urban di kota dengan keterbatasan lahan ekstrem.
(das/das)