Pemerintah berencana membangun hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Sumatera di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total akan ada 25.000 huntap.
Menurut Dirjen Kawasan Permukiman PKP Fitrah Nur rencana tersebut masih dipersiapkan, termasuk menunggu alokasi anggaran dari APBN turun.
"Anggarannya belum ada. Kita (Kementerian PKP) bersurat," kata Fitrah saat ditemui di Wisma Mandiri, di Jakarta, pada Senin (18/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Kementerian PKP telah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sembari menunggu regulasi terkait anggaran pembangunannya.
"Rencana induk, rencana aksi (nasional) sudah keluar. Tapi, katanya (Kementerian PPN) Bappenas mau bikin Perpres (Peraturan Presiden)," tambahnya.
Meski begitu, Fitrah menyampaikan huntap akan tetap didorong untuk dibangun tahun ini. Setelah anggaran turun, mereka akan membuka lelang untuk kontraktor yang akan membangun huntap. Setelah terpilih, baru rumah akan dibangun.
"Iya, tahun ini. Kalau anggaran sudah turun, kita bisa proses lelang dulu. Desain kita sudah mulai," jelasnya.
Pembangunan 25.000 huntap ini berbeda dengan 2.603 rumah yang tengah dibangun oleh Kementerian PKP pada awal tahun. Bantuan hunian tetap ini menggaet pihak swasta, yakni Yayasan Buddha Tzu Chi, di mana yayasan ini digerakkan oleh Sugianto Kusuma atau akrab dipanggil Aguan, yakni bos dari Agung Sedayu Group. Yayasan Buddha Tzu Chi membangun 2.500 rumah. Lalu, Ara ikut menyumbang 103 rumah.
Pembangunannya dimulai dari Sumatera Utara, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Sibolga. Titik kedua, yakni Tamiang, Aceh sudah berjalan. Selanjutnya akan menyusul di Sumatera Barat.
Dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta pada Januari lalu, Ara mengatakan huntap akan rampung pada Mei 2026 mendatang.
"20 Desember kita sudah mulai membangun hunian tetap dan dalam 5 bulan ini selesai. Di masa tanggap darurat dengan mengkombinasikan CSR Yayasan teman semua sebanyak 2.603 Rumah," kata Ara pada Selasa (27/1/2026).
Selain dari Kementerian PKP, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan ada 5.951 hunian tetap (huntap) dan 1.049 hunian sementara (huntara) akan dibangun untuk korban banjir bandang-longsor di Sumatera Utara.
Rencananya, pembangunan seluruh unit huntara akan siap dihuni sebelum puasa, begitu pun dengan huntap juga ditargetkan sebagian bisa selesai sebelum memasuki bulan Ramadan.
Hal ini diungkapkan oleh Suharyanto saat rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (12/1/2026).
Skema pembangunan untuk huntap sudah dibuat. Suharyanto menyebutkan huntap ini akan memiliki dua opsi, yakni relokasi terpusat dan mandiri. Relokasi terpusat adalah memindahkan korban bencana banjir ke area huntap pusat. Lalu, untuk relokasi mandiri, korban bisa memilih agar huntap dibangun di lahan sendiri. Namun, pembangunan rumah tetap dilakukan oleh BNPB.
"Kemudian ada masyarakat yang tidak mau ke titik itu, minta relokasi mandiri diperbolehkan, masyarakat menunjuk tanahnya nanti yang bangun adalah BNPB," kata Suharyanto seperti yang dikutip detikSumut, pada Selasa (13/1/2026).
(aqi/das)










































