Dua bulan berlalu sejak kejadian paling mengerikan di Hong Kong terjadi, yakni kebakaran tujuh gedung apartemen Wang Fuk Court. Hingga kini, kebanyakan korban yang selamat tinggal di hunian sementara sembari menanti janji pemerintah soal rumah pengganti.
Dilansir The Asahi Shimbun, pihak berwenang hingga kini belum mengungkap rencana relokasi jangka panjang untuk warga apartemen yang selamat. Terakhir kali, mereka telah melakukan survei pendapat kepada seluruh warga untuk mencari titik tengah mengenai hunian pengganti.
Banyak warga yang menanti kabar tersebut apalagi Tahun Baru Imlek tinggal menghitung hari. Mereka yang tahun lalu masih merayakannya di kompleks perumahan yang hangat dan penuh suka cita, tahun ini harus merayakan di hunian sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penghuni Apartemen Wang Fuk Court, Pearl Chow (87) mengungkapkan kepada Associated Press, dirinya selamat dari kejadian dan berhasil membawa dokumen-dokumen penting seperti surat kepemilikan rumahnya. Pada saat kejadian, ia harus berusaha sendiri karena cucunya Dorz Cheung (33) sedang ada di kantor.
Kini mereka telah mendapat hunian sementara, tetapi keduanya harus tinggal terpisah di unit yang berada di lantai berbeda. Unit tersebut sangat sederhana bak kamar kos-kosan berukuran 9,2 meter persegi.
Meskipun seadanya, Chow mengatakan puas dengan kondisi rumah sementara tersebut. Sebab, menurutnya ketika rumah pengganti selesai dibangun kemungkinan ia sudah tutup usia.
Berbeda dengan respon neneknya yang santai, cucunya menilai rumah sementara ini bukanlah rumah. Definisi nyaman tinggal di rumah adalah jika hidup di rumah tetap. Ia pun menyayangkan sikap pemerintah setempat yang hingga saat ini tidak ada kejelasan mengenai relokasi.
"Hanya tempat tinggal tetap yang bisa disebut rumah. Kita hanya bisa menunggu, dilempar ke sana kemari seperti bola," kata Cheung, seperti yang dikutip detikcom pada Rabu (11/2/2026).
Lalu, ada Kit Chan (74) yang merupakan penghuni apartemen seluas 43 meter persegi selama lebih dari 40 tahun. Saking lamanya ia tinggal di Wang Fuk Court, ia memutuskan untuk menghabiskan masa tuanya di sana, tetapi api melahap rumah pensiunnya tersebut.
Ia kini pindah ke unit studio di sebuah hostel yang ukurannya hanya setengah dari apartemen mereka. Akhir-akhir ini ia khawatir akan diusir dari rumah itu karena beberapa minggu yang lalu, banyak korban kebakaran lainnya diminta untuk pindah dari hostel tersebut.
Soal rencana relokasi, Kit Chan mendengar pemerintah ingin membangun rumah pengganti di lahan yang sama dengan apartemen lama mereka, tetapi diperkirakan pembangunan akan memakan waktu sekitar 1 dekade alias 10 tahun. Mendengar isu tersebut, ia berencana mencari apartemen lain saja dengan akses transportasi yang baik.
Sementara itu, Keung Mak (78) hanya berharap bisa kembali ke rumah lama mereka untuk melihat-lihat dan mencari barang-barang berharga mereka yang tersisa, seperti foto keluarga dan pernikahan mereka.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran besar pada 26 November 2025 telah melahap 7 gedung apartemen dan menewaskan 168 orang. Pihak berwenang menyalahkan jaring hijau scaffolding dan papan busa yang tidak memenuhi standar dan menyebabkan api menyebar dengan cepat. Meskipun beberapa penangkapan telah dilakukan, sebuah komite independen masih menyelidiki penyebabnya.
(aqi/das)










































