Pemerintah tengah membangun 600 hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir Sumatera di Aceh Tamiang. Usai mendirikan huntara, pemerintah akan membangun hunian tetap (huntap) di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) turut membangun hunian tetap di utara Sumatera. Namun, sampai saat ini masih dilakukan pengecekan guna mengidentifikasi lahan yang telah disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk membangun huntap.
"Kita masih ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan yang telah disiapkan Pemda," kata Dirjen Kawasan Permukiman PKP Fitrah Nur lewat pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (3/1/2026).
Fitrah menyebut harus menetapkan lahan terlebih dahulu untuk membangun huntap bagi korban bencana Sumatera. Langkah ini diambil guna memastikan tanah dalam kondisi clean and clear yang artinya aman, mudah diakses, dan memiliki kepastian hukum bagi masyarakat.
Ketika ditanya soal berapa jumlah huntap yang dibangun, besaran biaya, serta spesifikasi materialnya, Fitrah tidak menjawab. Untuk saat ini ia masih perlu mengidentifikasi lahan yang bakal dibangun huntap oleh Kementerian PKP.
"Kita harus fix kan itu dulu (identifikasi lahan yang telah disiapkan Pemda)," ujarnya.
BPI Danantara juga turut membantu mendirikan huntap bagi korban banjir Sumatera. CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut sedang menyiapkan tanah seluas 3 hektare milik PTPN untuk membangun huntap. Lokasinya sendiri berada di seberang jalan huntara di Aceh Tamiang.
"Ada tanah seluas 3 hektare yang sedang kita lakukan land clearing untuk hunian tetap yang itu rencananya akan kita serahkan kepada Kementerian PKP," papar Roslan saat dihubungi detikProperti, Sabtu (3/1/2026).
Saat ini pemerintah tengah mempercepat pembangunan huntara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 600 hunian di Aceh Tamiang disebut bakal rampung pada 8 Januari 2026.
Huntara dibangun oleh Danantara memakai lahan milik PTPN yang dipastikan land clearing. Total akan ada 15.000 unit huntara yang akan dibangun dalam 3 bulan ke depan, terdiri dari 12.000 unit di Aceh, 2.000 di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, serta 500 unit di Sumatera Barat.
Huntara di Aceh Tamiang dibangun di atas lahan seluas 5,8 hektare. Setiap unit huntara memiliki ruangan seluas 4,5 x 4,5 meter dan sudah lengkap dengan perabotan mulai dari kasur, lemari, kipas angin, kamar mandi, dan air bersih.
Untuk dindingnya terbuat dari glass reinforced concrete (GRC). Sedangkan bagian atap huntara menggunakan baja ringan dan zincalume, yakni bahan material yang terbuat dari kombinasi aluminium, seng, dan silikon.
Saat ini tengah dibangun 120 toilet dan kamar mandi. Satu kamar mandi nantinya diperuntukkan bagi lima unit huntara. Kawasan ini juga dilengkapi dengan listrik, jaringan Wi-Fi gratis dengan kecepatan 100 Mbps, musala, dan taman bermain.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
Simak Video "Video: BNPB Ungkap Progres Pembangunan Hunian Tetap-Sementara di Sumatera"
(ilf/zlf)