Hampir setiap bangunan pasti memakai cat putih. Warna ini bisa sebagai warna utama maupun detail karena mudah dipadukan dengan warna lain dan netral.
Putri memberikan tampilan ruangan yang cerah, bersih, dan elegan. Bahkan jika satu rumah hanya memakai cat dinding putih, sama sekali tidak masalah. Rumah akan tetap tampak hidup dan mahal hanya dengan satu warna.
Namun, ada satu hal yang terkadang lupa dipertimbangkan oleh pemilik rumah ketika memakai warna putih, yakni warna ini mudah kotor dan berubah warna menjadi kusam atau kekuningan. Perubahan ini dapat terlihat jelas, apalagi saat ruangan diterangi dengan lampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan warna ini tidak bisa dihindari bahkan ruangan yang sudah lama tidak dihuni pun, warnanya bisa berubah kusam. Dilansir situs Kraudelt Painting, penyebab utama cat putih cepat kotor, kusam, dan berubah kekuningan adalah karena paparan sinar matahari. Warna putih memang rentan mengalami oksidasi apabila terkena cahaya matahari.
Perubahan juga bisa disebabkan karena meningkatkan kadar kelembapan di rumah akibat perubahan suhu yang drastis pada rumah, asap rokok, atau sirkulasi udara yang kurang bagus di rumah. Untuk ruangan yang sering dipakai layaknya laboratorium karena sering membuat produk dari bahan kimia, itu juga dapat memicu perubahan warna pada cat dinding putih. Sebab, pigmen putih di dalamnya mudah bereaksi.
Lantas, apa yang harus dilakukan agar cat putih bertahan lama dan tak mudah kusam?
Cara Menjaga Cat Putih agar Tahan Lama
Ketika mengecat dinding dengan warna putih memang tidak segampang warna lain. Cat putih harus dilapisi lebih banyak dibandingkan warna lain agar menutup merata. Perawatan cat putih pun juga perlu ekstra, berikut tipsnya.
1. Pilih Cat Lateks
Menurut Kraudelt Painting, jenis cat yang dapat mempertahankan warna dengan baik adalah cat lateks. Cat ini tidak mudah memudar dan berubah kusam. Alasannya cat lateks atau berbasis air daripada cat berbasis minyak. Namun, perlu diketahui, jika pemakaian cat lateks di area luar yang sering terpapar sinar matahari dan perubahan cuaca, perubahan warna ini tetap bisa terjadi. Kelemahan cat lateks adalah mudah kotor dan terkelupas, jadi jauhkan dari noda berwarna dan benda berujung tajam.
2. Pilih Cat yang Sesuai dengan Lokasi
Seperti yang disebutkan sebelumnya jenis cat yang bagus untuk indoor adalah cat lateks. Sementara bagian outdoor bisa memakai cat minyak. Namun, ada pengecualian, kamu bisa memakai cat minyak di dapur karena area ini cukup lembap. Jika ingin memakai cat lateks, pilih yang mengandung bahan hard shell agar tahan dari paparan sinar matahari dan perubahan suhu.
Tips untuk mengecat dapur dengan cat putih adalah hindari area yang bersebelahan langsung dengan meja dapur, ubin, atau lemari yang juga berwarna putih.
3. Perhatikan Kelembapan pada Ruangan
Meskipun sudah dipilih jenis cat yang benar, tetapi ada faktor eksternal yang tetap bisa berpengaruh pada tampilan cat, seperti kelembapan dan cahaya matahari langsung.
Untuk menghindari cahaya matahari langsung adalah dengan menutup jendela dengan tirai. Lalu, untuk mengurangi kelembapan di rumah adalah dengan memaksimalkan ventilasi di rumah, memasang kipas angin, hingga meletakkan dehumidifier di ruangan.
Itulah penjelasan mengenai perubahan warna pada cat putih dan cara menjaga agar cat putih bisa bertahan lama.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/das)










































