Colony: Zombie Cerdas Menyusahkan
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Kwon Se-jeong (Jun Ji Hyun), yang sepertinya punya reputasi buruk sebagai profesor, bingung kenapa dia mendapatkan undangan ke sebuah presentasi yang diadakan oleh perusahaan yang mau launching produk baru. Han Gyu-seong (Go Soo), mantan suami Se-jeong, memaksa untuk mengenalkan dirinya kepada CEO perusahaan tersebut agar ia bisa hidup tenang di Amerika. Ia masih belum bisa tenang meninggalkan Se-jeong sendiri meskipun mereka berpisah dengan baik-baik.
Yang tidak Se-jeong dan semua orang yang ada di gedung ketahui adalah bahwa ketika Colony dimulai, Seo Yeong-cheol (Koo Kyo Hwan) sudah menghubungi polisi dan mengatakan bahwa ia akan melakukan terorisme biologi. Bentuknya apa masih belum jelas. Sampai akhirnya Se-jeong menjadikan CEO perusahaan itu sebagai korban pertamanya.
Dalam sekejap, konferensi itu berubah menjadi neraka. Dan semua orang yang ada di dalam gedung itu terjebak sebuah virus mematikan.
Adegan dalam film Korea Selatan Colony (2026) karya sutradara Yeon Sang Ho. Foto: dok. Showbox |
Baca juga: Passenger: Hantu Penumpang Pemangsa Manusia |
Review Colony
Dengan track record seperti Train To Busan, sutradara dan penulis Yeon Sang Ho tentu tidak perlu diragukan kemampuannya lagi dalam membuat film zombie. Train To Busan bisa dibilang adalah salah satu film tentang zombie terbaik yang pernah ada. Tidak hanya film tersebut berhasil menawarkan sesuatu yang baru (zombie di dalam kereta yang melaju kencang!) tapi ia juga berhasil menawarkan sesuatu yang jarang dieksplor dalam film zombie: drama yang mengharu baru.
Train To Busan menjadi film zombie klasik karena tidak hanya penontonnya tegang menyaksikan nasib karakter-karakternya tapi juga ikut menangis melihat semua drama yang terjadi di layar.
Ditulis oleh Yeon Sang Ho bersama Choi Gyu Seok, Colony mungkin tidak sampai di level Train To Busan. Tapi film ini tetap menawarkan sesuatu yang baru dalam genre ini: zombie yang terus belajar.
Bayangkan sebuah program yang memungkinkan si zombie terus mendapatkan update. Zombie ini dikontrol oleh satu orang, si pengontrol bisa melihat dan mendengar semua yang dirasakan oleh para zombie itu.
Penciptanya, si Yeong-cheol mengatakan bahwa inilah evolusi manusia. Perkembangan manusia selalu terbatas karena kita adalah makhluk individualis. Kemajuan bisa terlaksana ketika kita bersatu menjadi satu, seperti koloni. Dengan konsep ini, maka lahirlah bentuk zombie yang sangat menarik untuk dilihat.
Adegan dalam film Colony. Foto: dok. Showbox |
Tidak hanya Yeon Sang Ho menghadirkan koreografi yang asyik dari semua stunt performer yang menjadi zombie, ia juga menghadirkan lendir sebagai pelengkap visualnya. Ketika zombie-zombie ini semakin pintar, mereka bersatu menjadi satu seperti monster yang menyeramkan. Hasilnya adalah sebuah musuh yang susah untuk dilawan.
Tapi sayangnya dari segi naratif, Colony tidak menawarkan sesuatu yang baru. Kalau kamu pernah menyaksikan film zombie mana pun, kamu pasti bisa membayangkan apa yang terjadi dengan film ini.
Se-jeong berkumpul dengan sekelompok orang: seorang satpam yang diperankan oleh Ji Chang-wook, kakak si satpam yang diperankan Kim Shin Rok, sampai polisi dan beberapa remaja; dan mereka berjuang bersama-sama untuk mengelabui para zombie yang semakin pintar ini.
Yeon Sang Ho gemar sekali menaruh manusia-manusia yang menyebalkan untuk menyusahkan karakter utamanya. Di film ini ada karakter remaja dan polisi menyebalkan yang efektif membuat emosi penonton membuncah.
Sayangnya, berbeda dengan karakter menyebalkan yang hadir di Train To Busan, karakter-karakter ini tidak berbuat banyak. Mereka tidak berhasil mengisi drama kemanusiaannya menjadi lebih menggigit.
Adegan dalam film Korea Selatan Colony (2026) karya sutradara Yeon Sang Ho. Foto: dok. Showbox |
Meskipun skripnya agak lemah karena semuanya serba bisa ditebak, termasuk motivasi si penjahatnya, Colony tetap sebuah tontonan yang seru dan mendebarkan.
Yeon Sang Ho mempunyai kemampuan yang baik dalam menghadirkan visual yang menyegarkan mata. Gerakan kameranya selalu lincah. Koreografi adegan-adegan menegangnya selalu paten. Semuanya diedit dalam dua jam penuh ketegangan tanpa berhenti.
Colony mungkin belum mampu menyaingi masterpiece yang dibuat oleh Yeon Sang Ho sendiri. Tapi setidaknya ia berhasil menciptakan bentuk zombie baru. Dan itu adalah sebuah pencapaian yang perlu dirayakan di dalam kegelapan bioskop.
Colony dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.
| Genre | Action, Horror |
| Runtime | 122 Menit |
| Release Date | 3 Juni 2026 (Indonesia) |
| Production Co. | Wow Point Smilegate |
| Director | Yeon Sang Ho |
| Writer | Yeon Sang Ho |
| Cast | Jun Ji Hyun Koo Kyo Hwan Ji Chang Wook Kim Shin Rok Shin Hyun Been Go Soo |
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
Baca juga: Hokum: Misteri Kamar Pengantin |














































