The Odyssey: Perjalanan Pulang Yang Sensasional

Candra Aditya
|
detikPop

EDITORIAL RATING

5/5

AUDIENCE RATING

-
The Odyssey (2026).

Sinopsis:

Christopher Nolan sudah menasbihkan namanya sebagai salah satu maestro yang karyanya tidak bisa diganggu gugat. Ia berhasil membuat film superhero menjadi naik kelas dengan trilogi Batman miliknya.

Ia bisa menyulap film blockbuster seperti Inception menjadi lebih dari sekedar hiburan. Dan ia bisa membuat sebuah film biopik yang biasanya bisa ditebak menjadi sebuah atraksi yang tidak bisa dilupakan melalui Oppenheimer.

Kali ini Nolan mencoba mengalahkan dirinya sendiri dengan mengadaptasi salah satu kisah paling tua yang pernah ada, The Odyssey dari Homer.

Matt Damon berperan sebagai Odysseus, pahlawan Yunani yang ketika film ini dibuka masih belum juga pulang ke rumahnya setelah Perang Troya berakhir.

Hal ini menyebabkan kondisi Ithaca, rumahnya, tidak kondusif. Istrinya, Penelope (Anne Hathaway), dikepung oleh banyak orang yang percaya bahwa Odysseus sudah mati.

The Odyssey (2026).The Odyssey (2026). Foto: Dok. Ist

Tentu saja mereka semua berlomba-lomba untuk menikahi Penelope demi mendapatkan tahta. Telemachus (Tom Holland), masih terlalu muda untuk mengusir orang-orang ini. Satu-satunya orang yang bisa menghadapi semua orang ini adalah Odysseus.

Tapi apakah Penelope dan Telemachus bisa bertahan kalau harapan mereka sudah berubah menjadi legenda?

Review:

The Odyssey dibuat oleh orang yang tepat. Nolan mempunyai kecenderungan untuk bertutur dengan cara yang unik. Ia menolak jalan yang mudah. Dunkirk misalnya, menceritakan perang dari sudut pandang yang berbeda.

Oppenheimer menggunakan plot yang tidak linear untuk menceritakan tentang penyesalan karakter utamanya. Dan Tenet... mungkin hanya Nolan yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi dalam film itu.

Kegemaran Nolan untuk bercerita dengan tidak linear memang kadang terasa seperti gimmick-kalau kita tidak mau menggunakan kata pretensius. Tapi dalam The Odyssey, keputusan untuk bercerita dengan tidak linear terasa tepat guna.

Ketika film dibuka, Odysseus sudah lama pergi. Penelope dan Telemachus hanya bisa berusaha sekuatnya untuk menjaga kedamaian dari semua laki-laki yang mencoba mengambil tahta.

Kita lalu bertemu dengan Odysseus yang ternyata masih hidup, di sebuah pulau bersama Calypso (Charlize Theron). Bentuk Odysseus sangat berbeda dengan gambaran pahlawan perang seperti yang kita bayangkan. Ia terlihat tua dan lemah. Ingatannya juga pudar.

Ia tidak tahu kenapa ia ada di pulau itu. Ia bahkan lupa apa yang terjadi. Dan dari sinilah kita melihat petualangan-petualangan yang dialami oleh Odysseus bersama awak kapalnya.

Kalau kamu tidak begitu familiar dengan kisah ini dan pengetahuanmu tentang The Odyssey hanya dari trailer seperti saya, kamu mungkin akan mengira bahwa film ini hanya menceritakan tentang kisah Odysseus saat berperang. Tapi ternyata saya salah.

The Odyssey adalah sebuah blockbuster fantasi dengan petualangan-petualangan yang tak kalah magisnya dengan film-film blockbuster lain. Raksasa, setengah raksasa, dewa, hantu sampai penyihir.

Ini adalah sedikit dari petualangan yang dijumpai oleh Odysseus selama perjalanan menuju rumah. Tidak mengherankan butuh puluhan tahun bagi Odysseus untuk kembali ke rumah.

Melihat Nolan mengerjakan adegan perang tentu kita sudah bisa membayangkan seperti apa jadinya. Dan seperti yang bisa kita tebak, adegan Perang Troya adalah salah satu sekuens paling mendebarkan yang akan kamu lihat tahun ini.

Bukan rahasia kalau Nolan memiliki kecenderungan untuk menceritakan film-filmnya dalam bentuk yang realistis-kadang mekanikal, seperti mesin. Kisah Batman di tangan Nolan berubah menjadi kisah yang sangat manusiawi.

Tapi yang tidak saya sangka adalah bagaimana Nolan menunjukkan kemampuannya mengerjakan adegan-adegan yang memiliki elemen fantasi.

Ketika Odysseus dan kawan-kawan masuk ke gua untuk pertama kalinya dan bertemu dengan raksasa, Nolan masih setengah bermain-main. Begitu karakter utamanya sampai di pulau dimana mereka bertemu dengan penyihir bernama Circe (Samantha Morton), Nolan bermain ke ranah horor.

Dan horor itu terasa benar-benar nyata ketika Odysseus bertemu dengan arwah-arwah prajurit yang tewas demi menemukan kembali jalan pulang. Singkatnya, The Odyssey adalah pembuktian Nolan bahwa ia adalah seorang sutradara yang sangat fleksibel.

Sebagai film termahal yang pernah dibuat oleh Nolan, The Odyssey juga merupakan hadiah bagi semua penonton yang rindu dengan film yang terasa seperti film. Banyak sekali produk Hollywood yang mengklaim mereka menghabiskan ratusan juta dollar hanya untuk memperlihatkan hasil yang terasa palsu.

Hampir semuanya bergantung pada rekayasa komputer. The Odyssey tentu saja membutuhkan banyak bantuan rekayasa komputer tapi film ini terasa hidup dan nyata. Semua departemen tanpa kecuali mengerjakan tugas mereka dengan sangat baik, film ini kelihatan sangat megah.

Universal pamer setengah mati bahwa satu-satunya cara menyaksikan film ini dengan optimal adalah dengan pergi ke bioskop IMAX. Anjuran ini ternyata memang benar adanya.

Kamu tidak akan pernah lupa bagaimana rasanya tersesat di laut dengan gambar yang begitu jernih dan tata suara yang menghantam telingamu. Rasanya bukan seperti menonton, tapi seperti berada di tengah-tengah kapal bersama Odysseus.

Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Samantha Morton, Zendaya, Charlize Theron, Benny Safdie, Jon Bernthal, John Leguizamo, Himesh Patel, Mia Goth, Elliot Page dan banyak aktor lain-mereka semua paham beban berat yang harus mereka lakukan dan mereka berhasil melaksanakan perintah Nolan dengan sempurna.

Blockbuster Hollywood memang selalu didesain untuk menghibur penonton. Dalam kasus The Odyssey, film ini tidak hanya berhasil menjadi hiburan yang spetaktakuler tapi ia juga berhasil melakukan hal yang mustahil: menerjemahkan karya legendaris Homer itu dengan sangat, sangat baik.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE