Kalimantan Tengah

Duh! Wisatawan Asing TN Tanjung Puting Keluhkan Kabut Asap di Situs Travel

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 07 Okt 2026 17:00 WIB
Wisatawan asing hendak menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kalteng. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu perjalanan wisatawan menuju Kotawaringin Barat. Gangguan penerbangan akibat kabut asap membuat itinerary sejumlah wisatawan harus menyesuaikan, sementara wisatawan asing atau wisatawan mancanegara (wisman) yang berada di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) juga menyampaikan keluhan terkait kondisi asap.

Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat Muhammad Alwan mengatakan sejauh ini belum ada pembatalan kunjungan ke TNTP yang secara langsung disebabkan karhutla.

"Untuk pembatalan gara-gara karhutla langsung masih belum ada," kata Alwan, Rabu (7/10/2026).

Menurut dia, persoalan lebih terlihat dari sisi penerbangan. Ketika penerbangan dibatalkan karena kabut asap, jadwal perjalanan wisatawan ikut terganggu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi itinerary wisatawan yang sebelumnya telah disusun, termasuk jadwal menuju maupun meninggalkan destinasi wisata di Kobar.

"Selain gangguan perjalanan, Dinas Pariwisata juga menerima keluhan dari sejumlah wisatawan asing yang berada di TNTP. Mereka menyampaikan ketidaknyamanan akibat kondisi asap selama berada di kawasan wisata," katanya.

Alwan mengatakan, beberapa wisatawan bahkan memberikan penilaian dan komentar kurang baik melalui platform perjalanan TripAdvisor. Keluhan tersebut menjadi catatan bagi pengelola pariwisata karena TripAdvisor kerap digunakan wisatawan untuk mencari gambaran mengenai pengalaman berkunjung ke sebuah destinasi.

"Memang ada keluhan dari wisatawan asing terkendala asap karhutla selama di TNTP dan beberapa memberikan penilaian serta komentar buruk di TripAdvisor," ujar Alwan.

TNTP merupakan salah satu destinasi unggulan Kotawaringin Barat yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Daya tarik utamanya antara lain wisata susur sungai dan habitat orangutan. Dengan kondisi kabut asap yang masih mengganggu penerbangan dan kenyamanan di lapangan, pengalaman wisatawan menjadi salah satu perhatian Dinas Pariwisata Kobar.

"Dinas Pariwisata terus memantau kondisi tersebut, terutama kaitannya dengan kelancaran akses wisatawan dan situasi di destinasi selama karhutla berlangsung," pungkasnya.



Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork