Asap Karhutla Bikin Turis Asing TN Tanjung Puting Waswas

Kalimantan Tengah

Asap Karhutla Bikin Turis Asing TN Tanjung Puting Waswas

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 24 Agu 2026 11:30 WIB
Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membayangi geliat pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Wisatawan mancanegara yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) kini lebih banyak memastikan kondisi keamanan sebelum melanjutkan perjalanan.

Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kobar Muhammad Alwan mengungkapkan pertanyaan mengenai dampak karhutla cukup banyak disampaikan wisatawan asing melalui agen perjalanan. Sekitar 50 hingga 60 persen wisatawan disebut menanyakan kondisi keamanan destinasi sebelum datang.

"Kalau wisatawan yang mempertanyakan keamanan terkait karhutla banyak, hampir 50 sampai 60 persen yang bertanya," kata Alwan, Senin (24/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan wisatawan, lanjut dia, bukan hanya mengenai lokasi kebakaran. Mereka juga ingin mengetahui apakah perjalanan menuju TNTP masih aman, termasuk kondisi udara dan potensi gangguan asap terhadap kesehatan selama berada di kawasan wisata.

"Kekhawatiran tersebut muncul seiring karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kobar. Informasi mengenai kebakaran yang tersebar luas membuat wisatawan asing lebih berhati-hati dalam menentukan waktu dan memastikan keamanan perjalanan mereka," katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut sejauh ini belum sampai membuat wisatawan membatalkan perjalanan. Sejak Jumat (21/8/2026) hingga hari ini belum ada laporan pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke TNTP akibat karhutla.

"Sampai hari Jumat sampai hari ini kemarin masih belum ada pembatalan kunjungan," ujar Alwan.

Hal ini menunjukkan ketertarikan wisatawan terhadap TNTP masih cukup kuat. Namun, isu karhutla kini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyusun rencana perjalanan menuju destinasi wisata andalan Kobar tersebut.

"Di sisi lain, gangguan perjalanan yang saat ini lebih banyak dirasakan wisatawan justru berkaitan dengan transportasi udara. Keterlambatan penerbangan membuat jadwal atau itinerary perjalanan wisatawan ikut mengalami perubahan," katanya.

Informasi mengenai respons wisatawan tersebut diperoleh Dinas Pariwisata Kobar melalui komunikasi dengan para pelaku usaha perjalanan, termasuk Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Menurut Alwan, situasi ini perlu menjadi perhatian bersama. Sebagai destinasi yang mengandalkan wisatawan mancanegara, TNTP sangat bergantung pada kenyamanan, keamanan, serta kepastian akses bagi para pengunjung.

"Karena itu, perkembangan karhutla terus dipantau agar aktivitas pariwisata tetap dapat berjalan dengan mengutamakan keselamatan wisatawan," pungkasnya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads