Asap Karhutla Ganggu Wisata Tanjung Puting Kalteng, Penerbangan Delay

Kalimantan Tengah

Asap Karhutla Ganggu Wisata Tanjung Puting Kalteng, Penerbangan Delay

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 11 Agu 2026 08:29 WIB
Liburan ke Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat mulai berdampak terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sejumlah wisatawan mancanegara yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dilaporkan mengalami keterlambatan penerbangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat Tanjung Puting merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kobar yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar, Muhammad Alwan, mengatakan asap karhutla mulai menjadi kendala bagi wisatawan asing yang memiliki jadwal perjalanan menuju Tanjung Puting.

"Untuk wisatawan mancanegara ada kendala delay. Tamu-tamu yang seharusnya sesuai jadwal terkendala karena asap yang semakin pekat," ujar Alwan, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hingga saat ini dampak yang terpantau masih berupa keterlambatan penerbangan. Belum ada laporan mengenai pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Puting akibat kabut asap.

Namun, pemerintah tetap mewaspadai perkembangan kondisi dalam beberapa waktu ke depan. Jika asap semakin pekat dan meluas, gangguan terhadap transportasi udara maupun perjalanan wisatawan dikhawatirkan semakin besar.

"Kita melihat situasi dan kondisi dua minggu ke depan, apakah asap ini semakin meluas atau tidak," katanya.

Musim Ramai Turis Asing Terancam Terganggu

Kekhawatiran terhadap dampak karhutla semakin besar karena periode Juni hingga awal Oktober biasanya menjadi salah satu masa ramai kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Puting.

"Dari bulan Juni sampai awal Oktober biasanya banyak sekali wisatawan mancanegara datang ke Tanjung Puting," ungkap Alwan.

Wisatawan yang berkunjung pun berasal dari berbagai negara. Mulai dari Amerika, negara-negara Eropa, Amerika Latin, India, Jepang, China hingga sejumlah negara lainnya. Informasi terkait kendala perjalanan tersebut juga diperoleh pemerintah daerah dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kabupaten Kotawaringin Barat. Para pelaku perjalanan ikut memantau kondisi penerbangan serta perkembangan kunjungan wisatawan ke Kobar.

"Bagi pelaku pariwisata, kondisi asap menjadi persoalan serius apabila berlangsung dalam waktu lama. Selain berpotensi mengganggu penerbangan, kabut asap juga dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan selama perjalanan menuju kawasan Tanjung Puting," katanya.

Pemerintah daerah kini terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi udara. Harapannya, kebakaran hutan dan lahan segera terkendali sehingga asap tidak semakin pekat dan meluas.

Dengan demikian, penerbangan dapat kembali berjalan normal dan wisatawan mancanegara tetap bisa menikmati pengalaman menyusuri kawasan Tanjung Puting serta melihat habitat orangutan sesuai jadwal perjalanan mereka.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads