Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian. Berdasarkan monitoring hingga 17 September 2026, luas kawasan TNTP yang terbakar mencapai 4.524 hektare.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Novia Widyaningtyas meninjau langsung lokasi kebakaran di kawasan Sungai Sekonyer, Resort Pesalat, TNTP yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Diketahui kebakaran di kawasan Sungai Sekonyer, Resort Pesalat, telah berlangsung sejak 10 September 2026. Luasan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novia mengatakan tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman sejak api pertama kali muncul. Pemadaman dilakukan secara intensif pada pagi, siang hingga malam hari untuk mencegah api meluas.
"Tim gabungan sejak tanggal 10 September telah melakukan pemadaman di lokasi Sungai Sekonyer ini, pagi, siang dan malam berupaya agar api tidak menyebar luas," ujar Novia, Jumat (18/9/2026).
Menurut dia, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala terutama medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut membuat petugas harus mengangkut air secara bertahap menuju lokasi titik api.
"Berbagai kendala telah kami terima berdasarkan laporan yang disampaikan, baik perihal sulitnya sumber air bahkan lokasi kebakaran sangat jauh, sehingga tim melangsir air untuk bisa memadamkan titik api," kata Novia yang juga Ketua Tim Pendampingan Daerah Satgas Supervisi Pengendalian Karhutla Kemenhut di Kalteng.
Kementerian Kehutanan berharap kondisi cuaca segera berubah dan hujan turun di kawasan TNTP. Hujan dinilai dapat membantu upaya pemadaman sekaligus mempercepat pemulihan kawasan konservasi yang terdampak kebakaran.
"Berdasarkan data monitoring kejadian karhutla TNTP periode 27 Agustus hingga 13 September 2026, kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, yakni Tanjung Rengas, Pesalat, Sungai Cabang, Teluk Pulai, Pembuang Hulu, Sungai Baung dan Sungai Perlu," katanya.
Dari total luasan tersebut, sebagian besar titik kebakaran berada di wilayah administrasi Kobar dan Kabupaten Seruyan. Di Kobar, kebakaran tercatat antara lain di Sungai Cabang seluas 1.113,7 hektare dan Teluk Pulai 1.062,2 hektare.
"Sementara di wilayah administrasi Seruyan, kebakaran tercatat di Pembuang Hulu seluas 600 hektare, Sungai Baung 666,5 hektare dan Sungai Perlu 929,2 hektare," ujarnya.
Besarnya luasan yang terbakar membuat penanganan karhutla di kawasan TNTP membutuhkan pengerahan personel dan dukungan berbagai unsur secara berkelanjutan. Tim gabungan masih berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan lainnya.
