Kota Tarakan di Kalimantan Utara ternyata punya kawasan bersejarah peninggalan Perang Dunia II. Situs Peningki Lama namanya, yang saat ini telah disulap menjadi destinasi wisata alam sekaligus museum terbuka.
Berada di pesisir timur Pulau Tarakan yang menghadap Laut Sulawesi, kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis. Di sana, detikers bisa menghabiskan waktu menikmati kawasan hutan mangrove sembari menyaksikan peninggalan sejarah Perang Dunia II yang masih ada sampai sekarang.
Peningki Lama merupakan salah satu Kawasan Cagar Budaya Kota Tarakan seluas 6,1 hektare yang memiliki peninggalan militer pada masa Perang Dunia II. Ada tiga jenis benda cagar budaya utama di sini, yaitu enam meriam pantai, tiga pillbox bunker, dan tiga gudang logistik. Ketiga jenis bangunan itu merupakan bagian dari sistem pertahanan yang dibangun Belanda ketika mempertahankan Tarakan sebagai wilayah penghasil minyak bumi di Indonesia.
Selain peninggalan militer, penelitian arkeologi yang dilakukan Balai Arkeologi Kalimantan juga menemukan pecahan gerabah lokal, keramik asing dari Dinasti Ming dan Qing, serta jejak permukiman lama. Temuan-temuan ini memperkuat bukti bahwa kawasan pesisir Tarakan termasuk dalam jaringan perdagangan dunia sebelum memasuki masa kolonial.
Saksi Pertempuran Perebutan Minyak Tarakan
Keberadaan meriam, bunker, dan gudang logistik di Peningki Lama erat kaitannya dengan minyak yang dihasilkan oleh Bumi Paguntaka ini. Pulau Tarakan yang memiliki luas sekitar 303 kilometer persegi memang relatif kecil, tetapi punya cadangan minyak bumi yang sangat besar. Eksploitasi minyak dimulai sejak 1897 dan menjelang Perang Dunia II produksinya mencapai sekitar 6 juta barel per tahun dengan puncaknya sekitar 80.000 barel minyak setiap bulannya.
Karena perannya yang besar sebagai penghasil minyak, Belanda membangun sistem pertahanan lengkap dari darat, laut, hingga udara. Berbagai instalasi militer didirikan untuk melindungi ratusan sumur minyak, kilang pengolahan, serta lapangan udara yang saat ini masih bisa dilihat dari peninggalan-peninggalan di Peningki Lama.
Ketika Perang Dunia II meluas ke kawasan Asia Pasifik, Tarakan menjadi sasaran utama invasi Jepang. Pada 11-12 Januari 1942, pecahlah Pertempuran Tarakan yang merupakan salah satu operasi militer pertama Jepang di Hindia Belanda. Saat itu Jepang menargetkan Tarakan karena pulau ini memiliki sekitar 700 sumur minyak dan berbagai fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk mendukung operasi militernya di Asia Tenggara.
(des/des)