Samarinda yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur punya banyak sudut ikonik. Dari bangunan yang menyimpan sejarah, taman kota yang jadi tempat nongkrong anak-anak muda, hingga masjid besar yang selalu ramai dikunjungi warga maupun turis.
Di tempat itulah, warga berinteraksi, menghabiskan waktu, dan membuat memori. Setiap tempat punya peran masing-masing dalam kehidupan masyarakat di Samarinda, sebagai ruang berkumpul, berolahraga, tempat jual beli, maupun sebagai ruang aman untuk beristirahat sejenak.
Berikut ini sederet ikon Kota Samarinda yang bukan hanya ikonik, tapi juga punya cerita dan makna tersendiri bagi warganya.
Ikon Kota Samarinda
1. Masjid Islamic Center Samarinda
Masjid Islamic Center Samarinda berada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, dan mulai dibangun pada tahun 2001. Pembangunannya dilatarbelakangi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya menghadirkan pusat kegiatan Islam, yang tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga pendidikan dan aktivitas sosial lain.
Proses pembangunannya berlangsung secara bertahap selama beberapa tahun dan diresmikan untuk digunakan pada 2008, seiring rampungnya bangunan utama beserta fasilitas pendukungnya.
Dari sisi arsitektur, Masjid Islamic Center Samarinda dirancang dengan konsep megah yang memadukan gaya arsitektur Islam klasik Timur Tengah. Bangunan utamanya ditandai oleh satu kubah besar berwarna keemasan, dikelilingi kubah-kubah kecil serta beberapa menara tinggi yang menjulang dan kini menjadi siluet ikonik Kota Samarinda.
Masjid ini berdiri di atas kawasan yang sangat luas dan mampu menampung puluhan ribu jemaah. Masjid ini juga terkenal sebagai destinasi wisata religi.
Selama ini, banyak klaim Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Tapi hingga saat ini belum ada penetapan resminya, sehingga lebih aman jika disebut sebagai salah satu masjid terbesar dan termegah di kawasan Asia Tenggara.
2. Tugu Pesut Mahakam
Ikon di depan Mall Lembuswana ini muncul sebagai ikon baru Kota Samarinda yang langsung mencuri perhatian. Tugu setinggi 8 meter ini dibuat untuk merepresentasikan pesut mahakam, lumba-lumba air tawar endemik Sungai Mahakam yang selama ini jadi simbol kebanggaan di Kalimantan Timur.
Bukan cuma buat hiasan, tugu ini sejak awal dimaksudkan sebagai ikon kota sekaligus pesan akan ancaman yang dihadapi pesut mahakam. Struktur utamanya menggunakan rangka baja yang dilapisi plastik daur ulang dan finishing cat berwarna merah, sehingga bisa membentuk siluet pesut yang besar. Pilihan desain dan anggaran senilai Rp 1,8 miliar inilah yang kemudian memicu pro dan kontra.
Sebagian warga mempertanyakan besarnya biaya pembangunan, sementara pihak pemerintah menegaskan tugu ini merupakan bagian dari investasi citra kota dan upaya memperkuat identitas Samarinda. Di samping itu, tugu ini membawa pesan penting tentang kondisi Pesut Mahakam yang populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat dan aktivitas manusia.
Simak Video "Bersenang-senang dan Piknik Kuliner di Pantai Kalimantan Timur"
(sun/aau)