Dua buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Teluk Kumai terjatuh dari atas truk. Keduanya kemudian mendapat luka serius setelah dihantam tiang listrik yang tergelincir dari truk tronton.
Peristiwa ini terjadi di Pelabuhan Peti Kemas Sungai Kalap, Kelurahan Kumai Hulu, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Rabu (3/6/2026) siang.
Saat itu kedua korban bernama Hudri alias Paud (50) dan Zaki alias Joni (50) bersama-sama memindahkan puluhan tiang listrik dari dalam kontainer ke atas truk menggunakan forklift.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pukul 09.00 WIB, aktivitas bongkar muat berlangsung lancar dan sedikitnya 21 tiang listrik telah berhasil dinaikkan ke atas truk tronton," ujar Kapolsek Kumai Iptu Stefanus Rantealo kepada detikKalimantan, Rabu (3/6/2026) malam.
Namun, petaka datang tanpa diduga. Salah satu tiang listrik yang sudah berada di atas truk tronton tiba-tiba melorot dan bergulir. Dalam hitungan detik, tiang berbobot berat itu menghantam dua pekerja yang berada di atas chassis kendaraan.
"Benturan keras membuat kedua korban kehilangan keseimbangan dan terlempar dari atas truk. Tubuh mereka menghantam permukaan keras di bawah kendaraan, sementara sejumlah tiang listrik lainnya ikut berjatuhan dan berserakan di lokasi kejadian," ujar Stefanus.
Teriakan panik para pekerja langsung pecah di area pelabuhan. Rekan-rekan korban bergegas memberikan pertolongan sebelum keduanya dievakuasi ke Puskesmas Sungai Rangit. Melihat kondisi korban cukup serius, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
"Kondisi Hudri paling mengkhawatirkan. Ia mengalami benturan berat di kepala dan hingga kini belum sadarkan diri. Tim medis bersama keluarga bahkan mempertimbangkan rujukan lanjutan ke rumah sakit di Palangka Raya untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif," ujarnya.
Sementara itu, Zaki alias Joni telah sadar dan masih menjalani perawatan akibat luka pada bagian pelipis serta cedera di tangan kiri.
Usai kejadian, personel Polsek Kumai langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, termasuk operator forklift dan petugas keamanan pelabuhan, serta memastikan kondisi korban di rumah sakit.
Kapolsek melalui jajarannya menyampaikan bahwa penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut masih terus dilakukan. Hingga saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan di Paviliun Beringin RSUD Sultan Imanuddin.
"Seluruh biaya pengobatan dikabarkan ditanggung oleh pihak TKBM Teluk Kumai," kata Stefanus.
(aau/aau)
