Kawanan Pesut Mahakam Terekam Drone Lagi Beraksi dengan Lucunya

Kawanan Pesut Mahakam Terekam Drone Lagi Beraksi dengan Lucunya

Suki Nurhalim - detikKalimantan
Rabu, 04 Mar 2026 10:04 WIB
Pesut di Sungai Mahakam Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
Pesut di Sungai Mahakam Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)/Foto: Istimewa (dok @ardi_0ei)
Kutai Kartanegara -

Saat ini, populasi pesut Mahakam tak lagi banyak sehingga jarang-jarang orang bisa melihatnya secara langsung. Namun keberuntungan itu dirasakan Ardiansyah dan rekan-rekannya.

Pada 17 Februari 2026, ceritanya mereka menjadi tim dokumentasi sebuah trip. Mereka mengabadikan momen dengan drone.

Mereka menemukan sekawanan pesut di Sungai Mahakam Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Walau trip itu sudah direncanakan, menurut Ardi itu penuh keberuntungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah sudah direncanakan mencari keberadaan pesut, tetapi momen untuk bertemu mamalia ini sangat susah ditebak dan muncul sebanyak itu, di tanggal 17 Februari, bener-benar di kasih anugerah, masyaallah bisa melihat sebanyak itu pesut berkeliaran di Desa Pela itu tepatnya," kata Ardi yang gemar mengabadikan momen dengan drone, kepada detikKalimantan pada Rabu (4/3/2026).

Pengalaman itu tak hanya berharga bagi tamu trip, tapi juga bagi Ardi secara pribadi. Sebab, itu merupakan momen dirinya melihat pesut secara langsung untuk pertama kali.

"Yang pasti excited... terharu juga ada karena di usia yang sekarang baru bisa melihat landmark atau icon dari Samarinda ya di Desa Pela ini. Terima kasih tentunya ke Desa Pela yang sudah memberikan akses untuk melihat mamalia ini," imbuhnya.

Dalam rekaman drone yang diunggah akun Instagram @ardi_0ei, tampak sekawanan pesut sedang asik berenang. Pesut-pesut itu timbul tenggelam bersamaan. Lucu banget mereka!

Sekilas tentang Pesut Mahakam

Banyak orang mengira pesut Mahakam sama dengan pesut yang hidup di laut. Padahal, secara genetik pesut Mahakam berbeda. Hewan yang satu ini merupakan spesies air tawar yang tinggal menetap di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur dan tidak bermigrasi ke laut seperti kerabatnya yang lain.

Pesut Mahakam merupakan satu-satunya spesies lumba-lumba air tawar yang tersisa di Indonesia. Pesut mahakam memiliki daerah sebaran yang sangat terbatas.

Dikutip dari laman Portal Informasi Indonesia, hewan itu merupakan satu-satunya jenis lumba-lumba yang ditemukan hidup di perairan tawar. Sesuai dengan namanya, habitat dari pesut ini berada di Sungai Mahakam yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Tapi, populasinya hanya terkonsentrasi di bagian tengah sungai.

Di dunia internasional, pesut Mahakam dikenal sebagai Irrawaddy dolphin. Julukannya berarti 'orca kecil bermoncong pendek'. Ciri khas pesut ini adalah bentuk kepalanya yang bulat dan moncong tumpul, berbeda dengan lumba-lumba laut pada umumnya.

Di luar negeri, lumba-lumba itu bisa ditemukan di daerah pantai di Asia Selatan dan Tenggara. Kerabat terdekat pesut Mahakam adalah pesut Australia (Orcaella heinsohni). Lumba-lumba ini ditemukan di lepas pesisir utara Australia.

Secara fisik, pesut ini memiliki kepala bulat tanpa moncong yang menonjol, tubuh gemuk, dan sirip punggung kecil. Warna tubuhnya cenderung abu-abu pucat, dan bagian bawah tubuh lebih terang. Dahi pesut tumpul dan lubang napas berada di bagian atas kepala, memungkinkan hewan ini muncul ke permukaan dengan cepat.

Dikutip dari Animal Diversity, panjang pesut jenis itu berkisar antara 1,5-2,8 meter dan punya berat badan antara 114-133 kg. Pesut Mahakam adalah karnivora yang memakan ikan, moluska, dan hewan krustasea.

Pesut tersebut juga menjadi ikon Kota Samarinda dan Kalimantan Timur. Meskipun dikenal sebagai ikon Kota Tepian, keberadaan pesut semakin jarang terlihat di perairan Mahakam.

Dalam satu tahun selama 2020-2021, Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species (RASI) mencatat hanya ada 6 bayi pesut Mahakam yang lahir, dengan angka kematian hingga 4 ekor. Habitat pesut Mahakam sangat terbatas. Kawasan ekosistem esensial habitat pesut mahakam yang mencakup Sungai Mahakam dan lahan gambut di sekitarnya menjadi rumah utama mereka. Di sinilah pesut mencari makan, berkembang biak, dan membesarkan anak-anaknya.

Status pesut Mahakam masuk kategori Critically Endangered atau Kritis, berdasarkan klasifikasi IUCN. Ini adalah tingkat paling tinggi sebelum spesies dinyatakan punah di alam liar.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads