3 Sungai Terpanjang di Indonesia Ada di Kalimantan, Apa Saja?

3 Sungai Terpanjang di Indonesia Ada di Kalimantan, Apa Saja?

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Minggu, 12 Apr 2026 19:46 WIB
Sejumlah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (20/1/2026). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara (minerba) pada 2026 mencapai Rp134 triliun, target tersebut lebih tinggi dibandingkan target 2025 yakni sebesar Rp124,7 triliun. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Aktivitas tongkang di Sungai Mahakam. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Balikpapan -

Dikenal dengan negara kepulauan, Indonesia juga punya banyak jaringan sungai yang sangat luas. Sungai-sungai ini punya peran penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari sumber air, jalur transportasi, hingga pusat ekonomi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki lebih dari 5.590 daerah aliran sungai yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Jika berbicara tentang sungai terpanjang di Indonesia, tiga posisi teratas justru semuanya berada di Pulau Kalimantan.

1. Sungai Kapuas, Sungai Terpanjang di Indonesia

Sungai Kapuas di KalbarSungai Kapuas di Kalbar Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai sekitar 1.143 kilometer. Sungai ini terletak di Provinsi Kalimantan Barat dan menjadi urat nadi kehidupan bagi masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungai Kapuas berhulu di Pegunungan Muller, salah satu kawasan pegunungan yang membentang di jantung Pulau Kalimantan. Dari sana, alirannya terus mengarah ke barat hingga bermuara di Selat Karimata, tepatnya di sekitar Kota Pontianak.

Sungai Kapuas melintasi banyak wilayah penting, seperti Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, hingga Kubu Raya. Sungai ini juga berperan penting sebagai jalur transportasi utama, terutama di daerah pedalaman yang sulit dijangkau oleh jalan darat.

2. Sungai Barito, Melintasi Dua Provinsi

Begitu lebarnya Sungai Barito hingga dapat dilalui kapal-kapal besarBegitu lebarnya Sungai Barito hingga dapat dilalui kapal-kapal besar Foto: detik

Di posisi kedua ada Sungai Barito dengan panjang sekitar 1.090 kilometer. Sungai ini melintasi dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Sungai Barito juga berhulu di kawasan Pegunungan Muller, sama seperti Sungai Kapuas. Tetapi alirannya mengarah ke selatan hingga bermuara di Laut Jawa, melintasi wilayah pesisir Kalimantan Selatan.

Sejak zaman dahulu, Barito sudah menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat. Bahkan hingga sekarang, kehidupan masyarakat di bantaran sungai masih sangat bergantung pada aliran air ini.

Dua kawasan permukiman terkenal yang berada di sekitar Sungai Barito antara lain Kampung Alalak dan Kampung Kuin. Berbagai aktivitas hidup di atas danau ini, termasuk pasar terapung yang terkenal.

3. Sungai Mahakam, Ikon Kalimantan Timur

Wisatawan mengendarai jet ski saat menanti waktu berbuka puasa di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (22/2/2026). Persewaan jet ski dengan tarif Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per sesi tergantung dari durasi dan lokasi tersebut menjadi destinasi wisata Sungai terpanjang kedua di Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal HidayatWisatawan mengendarai jet ski di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Posisi ketiga ditempati oleh Sungai Mahakam dengan panjang sekitar 920-980 kilometer. Sungai ini berada di Provinsi Kalimantan Timur.

Sungai Mahakam mengalir dari wilayah hulu di Kabupaten Kutai Barat, melewati berbagai kawasan seperti Kutai Kartanegara, hingga akhirnya bermuara di Selat Makassar. Sungai ini juga melintasi Kota Samarinda yang menjadi salah satu pusat ekonomi di Kalimantan Timur.

Keunikan Sungai Mahakam tidak hanya terletak pada panjangnya, tetapi juga pada keanekaragaman biota yang hidup di dalamnya. Sungai ini merupakan habitat bagi berbagai spesies, termasuk pesut Mahakam atau lumba-lumba air tawar yang berstatus terancam punah.

Ketiga sungai ini menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat di Kalimantan. Tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti sumber air, sungai-sungai ini juga berperan besar sebagai jalur transportasi dan lalu lintas perdagangan.

Sejak dulu aliran sungai dimanfaatkan untuk mengangkut berbagai komoditas, termasuk hasil alam seperti kayu dan batu bara yang dikirim menggunakan kapal tongkang. Perannya yang penting ini harus dijaga agar tetap lestari dan berkelanjutan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menemukan Lulur Alami dari Daun Aras di Kalimantan Barat"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads