Mengintip Pembuatan Dokok-dokok Telanjang, Kuliner Khas Mempawah

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Senin, 22 Jun 2026 08:00 WIB
Dokok-dokok telanjang, kuliner khas Mempawah Kalbar. Foto: dok Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Parawisata Kabupaten Mempawah
Mempawah -

Pertama kali mendengar nama makanan dokok-dokok telanjang, detikers mungkin akan penasaran seperti apa bentuk dan rasanya. Ini adalah kuliner tradisional khas Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Bukan sekadar cemilan biasa, kue manis nan kenyal memiliki sejarah yang panjang. Bahkan makanan ini baru masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Lantas, seperti apa kue dokok-dokok telanjang ini? Simak sejarah hingga resepnya dalam artikel ini,

Asal Muasal Dokok-dokok Telanjang

Nama makanan dokok-dokok sebetulnya tidak hanya dikenal di Mempawah, melainkan di sejumlah tempat. Misalnya di Sulawesi Selatan, namanya dikenal dengan doko-doko.

Diyakini bahwa doko-doko ini awalnya dibawa oleh masyarakat Bugis yang berlayar untuk membawa misi penyebaran agama Islam. Daerah yang dikunjungi salah satunya adalah Mempawah.

Secara harfiah doko-doko atau dokok-dokok berarti 'bungkusan' yang mengacu pada daun pisang pembungkus makanan ini. Sementara nama telanjang didapat karena kue ini tidak dibungkus daun pisang.

Cara penyajian dokok-dokok ada beberapa macam. Ada yang disajikan dengan siraman kuah santan kental yang manis dan gurih, dan ada yang disajikan dengan benar-benar 'telanjang' karena disajikan tanpa kuah maupun bungkusan.

Kebanggaan Mempawah di Tahun 2026

Nilai historis, sosial, dan cita rasa yang khas ini akhirnya mendapatkan pengakuan resmi dari negara. DIkutip dari situs Pemkab Mempawah, beberapa kuliner tradisional Mempawah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Adapun penyerahan sertifikat WBTb dilakukan dalam perayaan HUT ke-69 Pemprov Kalimantan Barat tanggal 28 Januari 2026. Penetapan ini merupakan wujud kebanggaan dan komitmen untuk menjaga pusaka Bumi Galaherang agar tak lekang oleh zaman.




(bai/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork