Kabupaten Ciamis di Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan alamnya, tetapi juga memiliki beragam kuliner khas yang menggugah selera. Berbagai makanan khas dari daerah ini masih bertahan hingga sekarang dan menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. Tak heran jika banyak orang sengaja mencari makanan khas Ciamis ketika berkunjung ke Tatar Galuh tersebut.
Momen Lebaran Idulfitri 2026 juga menjadi waktu yang tepat untuk mencicipi kuliner khas Ciamis, terutama bagi para perantau yang pulang kampung atau wisatawan yang melintas di jalur selatan Jawa Barat. Selain bersilaturahmi dengan keluarga, menikmati makanan tradisional yang autentik sering menjadi agenda wajib selama libur Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kuliner khas yang patut dicoba antara lain Pindang Gunung yang segar dengan kuah asam rempah, Colok Gembrung yang unik berbahan kulit sapi, serta Ayam Goreng Khas Ciamis dengan serundeng gurih yang kaya bumbu. Ada juga Mi Golosor yang kenyal dan biasanya disajikan dengan sambal kacang.
Ragam kuliner tersebut tidak hanya menggambarkan kekayaan cita rasa daerah, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang selalu dirindukan saat pulang ke kampung halaman. Berikut ini daftar makanan khas Ciamis yang wajib detikers coba saat singgah di Ciamis:
6 Makanan Khas Ciamis yang Wajib Dicoba
1. Pindang Gunung
Dari namanya, kita akan terasosiasi dengan pegunungan. Namun, nyatanya nama itu tidak sesuai kenyataan. Pindang Gunung, kuliner khas Ciamis yang merupakan masakan ikan berkuah ini berasal dari daerah pantai.
Wilayah pesisir selatan Kabupaten Ciamis seperti Pangandaran, Parigi, Cijulang, dan Cimerak yang saat ini wilayah-wilayah tersebut telah memisahkan diri dan membentuk Kabupaten Pangandaran, adalah daerah asal dari kuliner legendaris Pindang Gunung.
Kuliner ini berawal dari kehidupan para nelayan di Pangandaran yang kerap membawa pulang hasil tangkapan laut dalam jumlah melimpah. Ikan-ikan tersebut tidak hanya dijual mentah atau diekspor, tetapi juga diolah menjadi berbagai makanan sehat bagi masyarakat setempat.
Hidangan ini sebenarnya berupa sup ikan dengan bumbu tradisional yang menghadirkan cita rasa segar dan nikmat. Warna kuahnya kuning tegas dengan aroma rempah yang mengalahkan amis ikan.
Dikutip dari situs Mypangandaran, rahasia kelezatan Pindang Gunung terletak pada penggunaan bumbu khas seperti honje (kecombrang) dan daun kedondong. Honje memberikan rasa asam segar, sementara daun kedondong, daun ruku-ruku, serta lengkuas menambah aroma yang khas.
Dalam artikel detikJabar berjudul "Lezatnya Pindang Gunung, Kuliner Khas Pangandaran", Ahmad Dwiguna, juru masak Baralak Resto di kawasan Cikembulan Pangandaran, menyebutkan bahwa hidangan ini berasal dari resep sederhana para nelayan.
"Pindang gunung merupakan makanan khas Pangandaran. Sebenarnya ini resep para nelayan karena cara membuatnya sederhana," ujarnya.
Meski sederhana, resep tersebut menghasilkan cita rasa gurih dan pedas yang digemari banyak orang. Ikan yang digunakan pun beragam, mulai dari ikan air tawar seperti gurame hingga ikan laut seperti kakap atau kakap merah. Harga seporsi Pindang Gunung berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000.
2. Colok Gembrung
Masyarakat Ciamis dikenal memiliki kreativitas tinggi, tidak hanya dalam bidang kerajinan tangan tetapi juga dalam mengolah makanan. Salah satu kuliner khas yang lahir dari kreativitas tersebut adalah Colok Gembrung.
Dalam bahasa Sunda, kata colok berarti tusuk, sedangkan gembrung merujuk pada alat musik tabuh yang terbuat dari kulit sapi. Nama tersebut menggambarkan bahan utama makanan ini, yakni kulit sapi.
Sekilas tampilannya mirip sate. Namun bahan dasarnya bukan daging, melainkan kulit sapi yang direbus terlebih dahulu, kemudian dipotong-potong dan ditusuk seperti sate. Setelah itu, makanan ini disajikan dengan bumbu khas yang terbuat dari galendo, salah satu makanan tradisional Ciamis. Harganya Rp1.000 per tusuk, biasanya disajikan dalam satu porsi Rp10.000.
Menurut situs resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis, sentra produksi Colok Gembrung berada di Dusun Pasir Datar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 10 ton per tahun.
Colok gembrung. (Foto: Istimewa/Dok. Pemkab Ciamis) |
3. Mi Golosor
Menurut Kamus Kuliner Jawa Barat yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (2023), Mi Golosor merupakan mi yang dibuat dari tepung singkong atau tapioka yang dicampur dengan kunyit. Mi ini memiliki warna kuning cerah dengan tekstur kenyal dan licin.
Mi serupa sebenarnya juga dapat ditemukan di daerah lain, seperti Bogor. Namun di Ciamis, mi ini dikenal sebagai salah satu kuliner khas yang cukup populer.
Mi Golosor biasanya diolah dengan cara ditumis menggunakan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Hidangan ini kemudian ditambahkan sayuran seperti kol dan daun bawang.
Sebagai pelengkap, mi golosor biasanya disajikan bersama sambal kacang pedas dan berbagai gorengan, sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis yang khas. Jika membeli yang sudah tinggal santap, biasanya Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi.
4. Abon Sapi Ciamis
Abon adalah makanan yang terbuat dari daging atau ikan rebus yang disuwir, kemudian dibumbui dan digoreng hingga kering. Demikian arti menurut Kamus Kuliner Jawa Barat yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (2023)
Di Ciamis, abon sapi menjadi salah satu oleh-oleh kuliner yang cukup legendaris. Salah satu merek yang terkenal adalah Rajawali, yang telah diproduksi sejak tahun 1968.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis, abon sapi khas Ciamis dikenal memiliki cita rasa gurih dan manis dengan tekstur kering namun tetap empuk. Proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional, yakni dimasak dengan kayu bakar untuk mempertahankan aroma dan rasa khas daging.
Abon ini dibuat dari daging sapi pilihan dengan resep turun-temurun sehingga menghasilkan tekstur berserat halus. Karena melalui proses pengeringan yang baik, abon sapi Ciamis dapat bertahan lama tanpa menggunakan bahan pengawet.
Kepraktisannya membuat abon ini sering dijadikan bekal perjalanan, bahkan kerap dibawa oleh jemaah haji dan umrah sebagai lauk yang tahan lama. Harga abon sapi khas Ciamis berkisar antara Rp50.000 per ons/100 gram.
Abon khas Ciamis. (Foto: Istimewa/Dok. Pemkab Ciamis) |
5. Galendo
Galendo merupakan makanan khas Ciamis yang terbuat dari ampas minyak kelapa yang dikeringkan. Demikian menurut Kamus Kuliner Jawa Barat yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (2023)
Makanan ini dapat berbentuk bubuk maupun batang dan tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti original, susu, cokelat, kacang, dan pisang.
Galendo biasanya dinikmati sebagai camilan yang disantap bersama teh atau kopi hangat. Selain itu, sebagian orang juga menikmatinya dengan cara mencocol-nya ke gula pasir atau gula bubuk. Galendo murah harganya dan banyak dijajakan bersamaan dengan kudapan lain di sentra oleh-oleh. Harganya sekitar Rp30.000 per kemasan.
6. Ayam Goreng Khas Ciamis
Ayam goreng khas Ciamis dikenal sebagai ayam goreng serundeng dengan bumbu kuning yang kuat. Selain kunyit, berbagai rempah lain juga digunakan sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa yang khas.
Menurut laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, ayam goreng serundeng khas Ciamis dibuat dari potongan ayam yang dimasak dengan bumbu rempah, kemudian digoreng hingga kering dan disajikan bersama serundeng kelapa.
Serundeng dibuat dari parutan kelapa setengah tua yang dimasak bersama bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, kencur, lengkuas, cabai, asam, gula aren, serta daun salam dan daun jeruk.
Proses memasaknya dimulai dengan mengungkep ayam bersama bumbu hingga meresap dan airnya menyusut. Setelah itu ayam digoreng hingga kering. Sementara itu, serundeng dimasak terpisah hingga kelapa menjadi kering dan berwarna kecokelatan.
Ayam goreng kemudian disajikan bersama serundeng yang gurih, sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang khas dan menggugah selera.


