Surga kuliner di Kalimantan salah satunya ada di kota Pontianak. Berbagai kuliner dengan cita rasa Melayu, Tionghoa, dan berpadu dengan Dayak bisa ditemukan di sini. Perpaduan budaya itu melahirkan aneka hidangan khas yang memiliki rasa unik dan sulit ditemukan di daerah lain.
Mulai dari makanan berkuah, camilan tradisional, hingga hidangan dari hasil laut, kuliner khas di Kalimantan Barat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bahkan, beberapa di antaranya termasuk yang wajib detikers cicipi ketika berkunjung ke Pontianak.
Berikut ini detikKalimantan berikan 5 kuliner khas Kalbar yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Pontianak. Apa saja? Yuk, simak informasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Chai Kue atau Choi Pan
Choi Pan. Foto: Ryan Febriyan/d'Traveler |
Chai kue atau yang lebih akrab disebut choi pan merupakan salah satu kuliner paling ikonik di Pontianak yang berasal dari tradisi masyarakat Tionghoa Hakka. Nama choi pan berarti kue sayur karena isiannya adalah aneka sayuran. Dari luar sekilas mirip dimsum, tapi kulitnya dibuat dari campuran tepung beras dan tepung tapioka sehingga teksturnya kenyal, lembut, dan sedikit transparan setelah dikukus.
Ada banyak jenis isian choi pan, mulai dari bengkuang, kucai, rebung, talas, dan ebi. Tetapi yang paling banyak diincar turis adalah varian bengkuang karena memiliki rasa manis dan gurih dengan tekstur yang renyah. Choi pan juga disajikan dengan taburan bawang putih goreng, minyak bawang, serta sambal bawang.
Di Pontianak, choi pan sangat mudah ditemukan, yang terkenal ada di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, dan Pasar Flamboyan. Harganya pun terjangkau, sekitar Rp2.500-Rp4.000 per buah, cocok dijadikan oleh-oleh khas Kalimantan Barat.
2. Pengkang
Pengkang khas Kalimantan Barat. Foto: Dok. Istimewa |
Makanan yang satu ini adalah salah satu khas masyarakat Melayu Kalimantan Barat yang banyak ditemukan di Pontianak dan Kabupaten Mempawah. Pengkang dibuat dari beras ketan yang kemudian diisi ebi atau udang kering yang telah dimasak sebelumnya.
Sekilas bentuknya mirip bakcang, beras ketan tadi dibungkus daun pisang dan dibentuk segitiga. Setelah itu, pengkang dipanggang di atas bara api hingga matang dan menghasilkan aroma daun pisang yang semerbak.
Tidak disajikan sendirian, pengkang ditemani saus pendamping yaitu sambal kepah. Sambal ini dibuat dari kerang kepah yang dimasak dengan cabai dan rempah-rempah sehingga tercipta rasa gurih, pedas, dan sedikit manis.
Harga pengkang mulai dari Rp15.000 hingga Rp18.000 per jepit (isi 2 buah). Paling nikmat menyantap pengkang selagi hangat bersama teh atau kopi.
3. Bubbor Paddas
Bubbor pedas khas Kalimantan Barat. Foto: Dok. Disporapar Pontianak |
Atau bubur pedas yang sebenarnya cita rasanya tidak sepedas namanya. Nama tersebut berasal dari penggunaan berbagai rempah-rempah yang menghasilkan rasa yang sangat kaya dan kompleks.
Bubur pedas dibuat dari beras yang disangrai terlebih dahulu hingga kecokelatan, kemudian ditumbuk halus sebelum dimasak menjadi bubur. Keunikannya terletak pada campuran berbagai sayuran, seperti pakis, daun kesum, kangkung, kacang panjang, daun kunyit, serta aneka umbi-umbian. Bubur ini juga biasanya dilengkapi kacang tanah goreng, ikan teri, dan taburan bawang goreng.
Bubur pedas banyak disajikan saat bulan Ramadan maupun di berbagai acara adat masyarakat Melayu. Salah satu rumah makan bubur pedas yang legendaris bisa detikers kunjungi di Warung Bubur Pedas Pa'Ngah yang harganya mulai dari Rp15.000 hingga Rp37.000 per porsi.
4. Sotong Pangkong
Sotong Pangkong. Foto: Jadesta Kemenparekraf |
Kuliner yang satu ini bisa detikers jumpai di pasar malam dan semakin berjamur di bulan Ramadhan. Disebut pangkong dalam bahasa Melayu karena proses pembuatannya dipukul-pukul hingga pipih dan empuk, kemudian dibakar.
Setelah dipangkong, cumi disajikan dengan aneka pilihan saus, mulai dari saus kacang, saus pedas, saus manis, hingga saus asam pedas, bebas dipilih sesuai selera. Tekstur cuminya tetap kenyal dan ada aroma bakaran yang khas, sementara bumbunya melengkapi dengan perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan sedikit asam yang menggugah selera.
Detikers bisa menemui sotong pangkong di Jalan Hos Cokroaminoto dan Jalan Merdeka dengan harga cukup terjangkau, berkisar Rp10.000 hingga Rp100.000 per porsi, tergantung ukuran cumi. Rasa dan tampilannya yang unik membuat kuliner ini selalu menjadi incaran wisatawan saat berkunjung ke Pontianak.
5. Kwe Cap
Kwe cap khas Kalimantan Barat. Foto: Dok. Istimewa (Indonesia Travel) |
Kwe cap adalah salah satu kuliner khas Pontianak yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Tionghoa, khususnya komunitas Teochew. Hidangan ini terdiri dari lembaran mi pipih yang lembut dan kenyal, disajikan dengan kuah kaldu berwarna cokelat yang dimasak berjam-jam bersama aneka rempah.
Seporsi kwe cap biasanya berisi mi pipih, irisan daging, bakso, tahu, telur, usus, babat, dan aneka jeroan. Buat detikers yang tidak menyukai jeroan, bisa request untuk diisi daging saja. Kwe cap dihidangkan dengan taburan daun bawang, bawang goreng, dan sambal sebagai pelengkap.
Hidangan ini mudah ditemukan di berbagai kedai legendaris di kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, dan sejumlah pasar malam di Pontianak. Harga satu porsi kwe cap dibanderol berkisar Rp25.000 hingga Rp45.000, tergantung isian.
Itulah dia 5 kuliner khas Kalbar yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Pontianak. Detikers tertarik mencoba yang mana?
Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)





