Karhutla di Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, mulai mengancam fasilitas publik. Api bahkan merambat hingga ke lingkungan SMKN 1 Timpah dan menghanguskan tiga ruang kelas lama.
Tiga ruangan yang terbakar memang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, kejadian itu menjadi alarm bahwa fasilitas pendidikan tetap berada dalam ancaman ketika karhutla terus meluas di wilayah sekitar.
Bupati Kapuas HM Wiyatno bersama Sekda Kapuas Usis I Sangkai turun langsung mengecek kondisi sekolah setelah kebakaran. Peninjauan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Dalam kunjungan tersebut, Wiyatno didampingi Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Timpah Jhonie, serta unsur Tripika Kecamatan Timpah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan informasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, sumber api berasal dari kawasan hutan di belakang sekolah. Jarak titik awal kebakaran dengan lingkungan SMKN 1 Timpah diperkirakan sekitar 215 meter," ujar Bupati, Selasa (15/9/2026).
Api kemudian merembet hingga masuk ke area sekolah dan membakar tiga ruang kelas lama. Kondisi ini membuat pengamanan di sekitar sekolah menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi bara api kembali menyala dan menjalar ke bangunan lain.
"Yang paling utama adalah memastikan kondisi sekolah aman dan tidak ada lagi potensi api yang dapat merambat ke bangunan lainnya. Kita juga harus memastikan lingkungan sekolah tetap terjaga sehingga kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan baik," kata Wiyatno.
Ia mengapresiasi respons cepat petugas yang melakukan pemadaman, pendinginan, hingga pemantauan di sekitar sekolah. Sebelumnya, personel UPT KPHP Kapuas Hulu bersama kepolisian juga melakukan penyiraman dan penjagaan untuk mencegah api kembali muncul.
Menurut Wiyatno, karhutla yang masih terjadi di wilayah Timpah membutuhkan kewaspadaan bersama. Fasilitas pendidikan merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus mendapat perlindungan, khususnya ketika berada di kawasan rawan kebakaran.
"Kita tidak boleh lengah. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memastikan keamanan lingkungan sekolah dan masyarakat di sekitarnya," tegasnya.
Pascakebakaran, penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman. Pembersihan puing dan pemulihan lingkungan sekolah juga perlu dilakukan sebagai bagian dari recovery, sekaligus meningkatkan pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Wiyatno turut mengingatkan masyarakat Timpah untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, terutama yang berada di dekat permukiman, sekolah, maupun fasilitas umum," pungkasnya.
Untuk diketahui, api pertama kali muncul dari kawasan hutan di belakang sekolah pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 23.15 WIB. Lokasi sumber api berjarak sekitar 215 meter dari lingkungan SMKN 1 Timpah.
Kobaran api kemudian meluas pada Rabu (9/9) sekitar pukul 16.45 WIB. Api dengan cepat merambat hingga membakar tiga ruang kelas lama yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kepala SMKN 1 Timpah Sriwati mengatakan kondisi api sempat menjadi perhatian karena bara di kawasan gambut dapat kembali menyala meski sebelumnya terlihat padam.
Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali mendekati bangunan sekolah yang masih digunakan. Petugas juga melakukan penyiraman di area sekitar sekolah yang masih berasap.
Kondisi semakin menantang karena sumber air di sekitar sekolah terbatas. Parit di depan sekolah dilaporkan mengering, sementara sumur bor sekolah belum dapat digunakan karena aliran listrik sementara dimatikan untuk mengantisipasi risiko korsleting.
Pemadaman dan pendinginan kemudian mendapat dukungan UPT KPHP Kapuas Hulu bersama kepolisian. Petugas berjaga di sekitar sekolah untuk mengantisipasi munculnya kembali api maupun bara di dalam lahan gambut.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo juga meminta pihak sekolah melakukan recovery terhadap fasilitas yang terdampak serta meningkatkan pengamanan. Sekolah diminta berkoordinasi dengan camat, kepolisian, TNI dan unsur terkait lainnya.
"Kita jangan sampai karena ada kebakaran tersebut akhirnya menjalar ke bangunan yang lain," tegas Reza.
Saat ini kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Timpah tetap dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pemerintah daerah dan pihak sekolah memastikan fasilitas yang masih digunakan tetap aman di tengah ancaman karhutla.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (sun/aau)
