Lutung Kutai, Primata 'Drakula' dari Kalimantan yang Terancam Punah

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Senin, 05 Okt 2026 07:01 WIB
Lutung Kutai, salah satu spesies terancam di Hutan Lindung Wehea, Kutai Timur. Foto: Dok. Istimewa
Kutai Timur -

Lutung Kutai (Presbytis canicrus), monyet endemik ini hanya ditemukan di wilayah tertentu di Kalimantan Timur. Populasinya kini terbilang mengkhawatirkan.

Lutung kutai pernah dianggap punah sebelum akhirnya ditemukan kembali pada 2012. Sebaran habitatnya yang terbatas dan berbagai ancaman terhadap kelestarian hutan membuat satwa ini menjadi salah satu primata yang rentan terhadap kepunahan.

Mengenal Lutung Kutai

Lutung Kutai yang disebut juga Kutai langur, lutung berangat, atau lutung drakula, pada tahun 2004-2006 menjadi salah satu primata paling langka di dunia. Penamaan julukan lutung drakula bukan karena hewan ini peminum darah, namun karena warna putih keabuannya yang mencolok di bagian leher hingga dada.

Nama ini diberikan oleh salah seorang jurnalis senior konservasi Kaltim, Awaluddin Jalil, yang pernah mengikuti survei satwa ini di Hutan Lindung Wehea karena terlihat seperti memakai jubah.

Lutung Kutai hanya ditemukan di wilayah timur laut Kalimantan, terutama di sekitar hutan Kutai dan Beriun. Sebaran geografisnya terbatas di sepanjang pesisir bagian tengah Kalimantan Timur.

Dikutip dari akun resmi Balai Taman Nasional Kutai, diketahui Presbytis canicrus hanya diketahui berada di dua lokasi, yaitu di Taman Nasional Kutai dan Semenanjung Sangkulirang (Gunung Talisayang dan Sungai Karangan).

Lutung Kutai tertangkap kamera. (Istimewa/Instagram @btn_kutai)

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mencatat kawasan bentang alam Wehea-Kelay masih menjadi kantong habitat paling aman, termasuk beberapa area perusahaan yang menjaga kawasan High Conservation Value (HCV).

Lutung Kutai memiliki ukuran tubuh sedang dengan ciri khas wajah berwarna abu-abu gelap dan terdapat jambul kecil di atas kepala. Ada garis putih yang membentuk huruf "U" di bawah hidungnya. Bulu tubuhnya kontras antara punggung keabu-abuan dan bagian perut putih kekuningan.

Lutung kutai umumnya hidup secara berkelompok dengan jumlah anggota sekitar 5-12 ekor. Dalam kelompok tersebut biasanya terdapat satu ekor jantan dewasa, dengan rata-rata jumlah anggota kelompok mencapai delapan ekor. Sementara itu, jantan yang tidak tergabung dalam kelompok cenderung hidup menyendiri.

Spesies ini diketahui hidup berdampingan dengan dua jenis monyet daun lain dari genus Presbytis, yaitu lutung merah dan lutung jirangan atau surili berwajah putih.

Makanan utama lutung Kutai berupa daun muda dan pucuk daun. Buah yang belum matang menjadi salah satu sumber makanan penting bagi satwa ini. Selain itu, lutung kutai juga mengonsumsi berbagai makanan lain, seperti telur, biji-bijian, dan bunga.

Keberlangsungan hidupnya sangat bergantung pada keberadaan hutan tropis yang lebat dan beragam.



Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"


(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork