Tenggiling yang dikenal sebagai salah satu mamalia unik dengan tubuh bersisik. Satwa ini dapat ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk hutan Kalimantan.
Tenggiling memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, dikenal sebagai pemakan semut dan rayap. Namun, keberadaan tenggiling di alam menghadapi berbagai ancaman.
Selain perburuan dan perdagangan ilegal, kerusakan serta hilangnya habitat akibat aktivitas manusia turut memengaruhi kelangsungan hidup satwa ini. Tenggiling menjadi salah satu satwa yang juga terdampak saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kalimantan.
Mengenal Tenggiling
Tenggiling atau kadang ditulis trenggiling (Manis javanica), adalah satwa penting bagi keseimbangan ekosistem Indonesia, terutama dalam kontrol populasi serangga dan pengawetan tanaman.
Terdapat delapan spesies tenggiling yang tersebar di seluruh dunia dan salah satunya ada di Indonesia, yakni Manis javanica. Nama tenggiling berasal dari Bahasa Melayu yakni mengguling atau guling yang berarti menggulung atau melingkar seperti bola, sesuai dengan ciri khasnya.
Adi Guzali, Duta Museum DIY 2022 dalam laman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, menulis bahwa tenggiling menggulung tubuhnya saat berada dalam kondisi terancam sebagai pertahanan menghindari ancaman. Disaat terancam, sisik yang dimiliki trenggiling akan digunakan sebagai senjata yang dikibaskan sebagai senjata bila dikibaskan ke arah lawan.
Ciri paling khas tenggiling adalah tubuhnya yang dilindungi oleh sisik besar berbahan keratin. Bahan tersebut serupa dengan material penyusun kuku tangan dan kaki, sehingga tenggiling menjadi satu-satunya mamalia yang diketahui memiliki karakteristik berupa sisik keratin tersebut.
Susunan sisik keratin membentuk cangkang dengan berat 20 persen dari seluruh bobot tubuhnya. Selain itu, ia akan menyemprotkan cairan berbau busuk dari kelenjar analnya untuk mengusir predator yang mengganggunya.
Tenggiling merupakan mamalia pemakan serangga terutama semut dan rayap. Makanan utamanya berupa semut dan rayap yang ditangkap menggunakan lidahnya yang panjang, mencapai maksimal 25 cm.
Satwa ini hidup di hutan tropis dataran rendah, dan satu individu trenggiling dapat memakan lebih dari 70 juta rayap atupun semut setiap harinya.
Fakta menarik trenggiling adalah tidak menghancurkan makanannya di dalam mulut, hal ini dilakukan sebab trenggiling tidak memiliki gigi. Namun, makanannya akan tergiling dengan bantuan kerikil yang tertelan di dalam lambung trenggiling.
Ukuran tubuh tenggiling beragam, mulai dari 30 cm hingga 100 cm. Bergantung pada spesiesnya, tenggiling dapat hidup di lubang pohon maupun liang.
Tenggiling merupakan hewan yang aktif pada malam hari atau bersifat nokturnal. Satwa ini umumnya hidup menyendiri dan hanya bertemu dengan individu lain untuk berkembang biak.
Baca selanjutnya.. tenggiling termasuk hewan dilindungi atau bukan?
(aau/aau)