Kisah Mistis di Balik Nama Sungai Bidadari Tarakan

Oktavian Balang - detikKalimantan
Minggu, 25 Jan 2026 22:30 WIB
Sungai Bidadari Tarakan. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Tarakan -

Kawasan Hutan Lindung Tarakan menyimpan surga tersembunyi yang menjadi tujuan wisata baru, yakni Sungai Bidadari. Terletak di Jalan Expan, RT 10, Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan Tengah, lokasi ini menawarkan bentang alam eksotis dengan aliran sungai yang jernih. Di balik namanya yang indah, Sungai Bidadari menyimpan kisah mistis.

Asal Usul Nama Sungai Bidadari

Agustina, pengelola wisata Sungai Bidadari, menuturkan awalnya lokasi ini dikenal dengan nama Sungai Putri. Namun, interaksi almarhum suaminya dengan penunggu hutan yang melatarbelakangi nama tempat tersebut saat ini.

"Dulu namanya Sungai Putri. Cuma beliau, almarhum suami, sama penunggu di dalam itu bilangnya ketemu sama putri," ujar Agustina saat ditemui detikKalimantan di Sungai Bidadari, Minggu (25/1/2026) sore.

Agustina enggan bercerita detail tentang pertemuan mistis itu karena hari sudah sore ketika berbincang dengan detikKalimantan. Namun, ia mengungkapkan fenomena ganjil yang terjadi di beberapa lokasi sekitar Sungai Bidadari. Kerap tercium aroma wangi yang berbeda dengan bau hutan.

"Iya betul, di dalam itu ada empat titik lokasi yang wangi," tambah Agustina.

Jauh sebelum menjadi tempat wisata yang ramai, Sungai Bidadari adalah hutan rimba. Agustina mengklaim almarhum suaminya, Saulema, yang merintis lokasi ini menjadi tempat wisata sejak tahun 2014.

"Dulu pertama masih hutan rimba. Suamiku yang buka, dia ambil tanahnya pakai gerobak sendiri, manual saja, bukan pakai mobil," kenang Agustina.

Kondisi awal lokasi tersebut hanyalah semak belukar dengan jalan setapak yang hanya cukup untuk satu orang. Saulema melihat potensi kolam alami di dasar jurang dan memutuskan untuk menimbun jalan akses menggunakan batu sisa proyek kehutanan yang diangkutnya dengan karung.

"Beliau lihat di bawah itu kayak kolam, dipikir kayaknya ini bisa dibikin buat orang mandi-mandi ramai. Akhirnya dibuka," jelasnya.



Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork