Kawasan Hutan Lindung Tarakan menyimpan surga tersembunyi yang menjadi tujuan wisata baru, yakni Sungai Bidadari. Terletak di Jalan Expan, RT 10, Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan Tengah, lokasi ini menawarkan bentang alam eksotis dengan aliran sungai yang jernih. Di balik namanya yang indah, Sungai Bidadari menyimpan kisah mistis.
Asal Usul Nama Sungai Bidadari
Agustina, pengelola wisata Sungai Bidadari, menuturkan awalnya lokasi ini dikenal dengan nama Sungai Putri. Namun, interaksi almarhum suaminya dengan penunggu hutan yang melatarbelakangi nama tempat tersebut saat ini.
"Dulu namanya Sungai Putri. Cuma beliau, almarhum suami, sama penunggu di dalam itu bilangnya ketemu sama putri," ujar Agustina saat ditemui detikKalimantan di Sungai Bidadari, Minggu (25/1/2026) sore.
Agustina enggan bercerita detail tentang pertemuan mistis itu karena hari sudah sore ketika berbincang dengan detikKalimantan. Namun, ia mengungkapkan fenomena ganjil yang terjadi di beberapa lokasi sekitar Sungai Bidadari. Kerap tercium aroma wangi yang berbeda dengan bau hutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya betul, di dalam itu ada empat titik lokasi yang wangi," tambah Agustina.
Jauh sebelum menjadi tempat wisata yang ramai, Sungai Bidadari adalah hutan rimba. Agustina mengklaim almarhum suaminya, Saulema, yang merintis lokasi ini menjadi tempat wisata sejak tahun 2014.
"Dulu pertama masih hutan rimba. Suamiku yang buka, dia ambil tanahnya pakai gerobak sendiri, manual saja, bukan pakai mobil," kenang Agustina.
Kondisi awal lokasi tersebut hanyalah semak belukar dengan jalan setapak yang hanya cukup untuk satu orang. Saulema melihat potensi kolam alami di dasar jurang dan memutuskan untuk menimbun jalan akses menggunakan batu sisa proyek kehutanan yang diangkutnya dengan karung.
"Beliau lihat di bawah itu kayak kolam, dipikir kayaknya ini bisa dibikin buat orang mandi-mandi ramai. Akhirnya dibuka," jelasnya.
Rencana Pengembangan Jadi Wisata Edukasi
Senada, Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan Ridwanto Suma asal-usul nama Sungai Bidadari berdasarkan urban legend tersebut. Konon, almarhum pengelola wisata pernah mengalami peristiwa ganjil saat malam hari di sekitar sungai.
"Menurut almarhum, dia pernah bertemu sosok bidadari. Kenapa dinamakan Bidadari? Karena memang pernah bertemu dengan sosok bidadari berdasarkan informasi yang diceritakan kepada kami," ungkap Suma.
Sungai Bidadari Tarakan. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan |
Menurut Suma, kisah mistis ini menjadi daya tarik bagi wisatawan, sekaligus pesan tersirat agar pengunjung menjaga kesakralan dan kelestarian hutan. Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, UPTD KPH Tarakan mewacanakan pengembangan Sungai Bidadari menjadi kawasan Wisata Edukasi.
"Mungkin, makna pertemuan tersebut si bidadari ini meminta agar almarhum menjaga dan memelihara kelestarian hutan. Dari sisi alamnya sangat indah, bentang alamnya eksotis, airnya, hingga tanaman-tanaman di sana sangat menentukan suasana," jelasnya.
Pengelolaan wisata ini sempat menuai polemik terkait adanya penarikan biaya kepada pengunjung. Namun, Suma meluruskan bahwa uang yang dikeluarkan pengunjung bukanlah pungutan liar (pungli) atau retribusi resmi, melainkan bentuk partisipasi kebersihan.
"Pasalnya, kesadaran pengunjung akan kebersihan dinilai masih rendah. Banyak sampah berserakan usai aktivitas wisata, yang akhirnya dibersihkan secara swadaya oleh warga yang tinggal di lokasi tersebut. Sebenarnya bukan pengelola, tapi turut menjaga kelestarian hutan lindung. Kontribusi yang dikeluarkan pengunjung itu bentuk partisipasi terhadap kebersihan," tegasnya
Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)

