Nama Pontianak dan Cerita Kuntilanak

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Jumat, 17 Jul 2026 20:30 WIB
Wajah Kota Pontianak dari ketinggian/Foto: Rengga Sancaya
Pontianak -

Nama Pontianak sering kali memicu bayangan mistis tentang sosok hantu kuntilanak bagi masyarakat luas. Terutama mereka yang berada di luar Kalimantan Barat.

Identitas unik itu tidak lepas dari legenda populer mengenai pendirian kota oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada 23 Oktober 1771 di kawasan pertemuan tiga sungai yang strategis. Meski identik dengan kisah horor, asal-usul nama ibu kota Kalimantan Barat ini ternyata menyimpan beragam versi yang melampaui sekadar cerita makhluk halus.

Versi paling tersohor menyebutkan bahwa nama Pontianak berasal dari kata 'puntianak', sebutan masyarakat Melayu untuk makhluk halus kuntilanak. Menurut legenda, rombongan Sultan sering diganggu suara tangisan dan tawa menyeramkan saat menyusuri Sungai Kapuas untuk mencari lokasi permukiman baru. Untuk mengusir gangguan gaib tersebut, Sultan memerintahkan penembakan meriam ke arah hutan, dan lokasi jatuhnya peluru meriam kemudian menjadi titik pembangunan Istana Kadriyah serta Masjid Jami.

Namun, tidak semua pandangan sepakat dengan unsur mistis tersebut. Versi lain menghubungkan nama kota dengan keberadaan pohon punti. Pohon-pohon besar itu dahulu banyak tumbuh di wilayah Kalimantan Barat dan keberadaannya tercatat dalam dokumen sejarah sebagai penanda kawasan pada masa kesultanan.

Selain itu, terdapat pendapat yang menyatakan nama tersebut berasal dari kata 'pontian', yang berarti tempat persinggahan atau pemberhentian bagi para pedagang dari berbagai penjuru dunia.

Sejarawan Syafaruddin Daeng Usman menawarkan perspektif berbeda melalui teori 'pintu anak sungai'. Menurutnya, nama Pontianak kemungkinan berkembang dari istilah punti anak yang merujuk pada kawasan muara sungai strategis yang dahulu dikuasai oleh lanun atau bajak laut.

Dalam konteks ini, sosok 'hantu' yang dimaksud dalam hikayat lama kemungkinan besar merupakan kiasan untuk menggambarkan kelompok perampok yang ditakuti para pelayar yang melintas.

Menanggapi beragamnya asal-usul ini, warga Pontianak sendiri memiliki pandangan yang terbuka namun tetap menghargai tradisi. Meskipun masyarakat luar sering kali hanya melihat sisi mistis, penduduk lokal menganggap legenda kuntilanak sebagai bagian dari warisan budaya lisan yang tidak perlu ditakuti secara harfiah. Bagi sebagian warga, keterkaitan nama tersebut justru menjadi identitas unik yang mengundang rasa penasaran wisatawan untuk berkunjung.

Pada akhirnya, kisah Pontianak adalah perpaduan antara fakta sejarah dan warisan legenda yang tetap hidup berdampingan hingga era modern. Dari pusat pemerintahan kesultanan hingga menjadi kota maju yang dilalui garis Khatulistiwa.

Ulasan selengkapnya ada dalam sederet artikel berikut:



Simak Video "Ikut Main Barongsai Seru bersama Artis di Pontianak "

(sun/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork