Antrean Pertalite Berjam-jam di Pangkalan Bun, Pertamina: Jangan Panic Buying

Kalimantan Tengah

Antrean Pertalite Berjam-jam di Pangkalan Bun, Pertamina: Jangan Panic Buying

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 18 Jul 2026 09:50 WIB
Truk BBM Pertalite tiba di SPBU Pangkalan Bun yang dinantikan warga.
Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Antrean panjang BBM Pertalite menjadi pemandangan di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah setiap pasokan tiba. Seperti pada Sabtu (18/7) pagi, antrean mengular hingga berjam-jam terlihat di SPBU Pangkalan Bun.

Salah seorang warga Pangkalan Bun, Rohman, mengaku antrean panjang hampir selalu terjadi setiap kali pasokan Pertalite tiba. Dia mengaku rela antre lama karena mengandalkan Pertalite untuk menunjang kegiatannya.

"Kalau Pertalite datang pasti antre panjang lagi. Kami yang benar-benar membutuhkan BBM untuk bekerja harus rela menghabiskan waktu di antrean sampai 1-2 jam," ujar Rohman, Sabtu (18/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, situasi SPBU langsung lengang ketika stok Pertalite habis beberapa jam kemudian. SPBU harus menunggu pasokan lagi baru membuka jalur Pertalite dan langsung kembali diserbu warga.

Rohman berharap distribusi BBM subsidi semakin tertib sehingga masyarakat yang memang berhak dapat memperoleh Pertalite dengan lebih mudah tanpa harus menunggu terlalu lama.

Menanggapi hal tersebut, Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah, Doni Prasetyo, memastikan stok BBM subsidi masih aman dan tidak dilakukan pengurangan. Masyarakat pun diminta tidak panik.

"Stok BBM subsidi masih aman jadi jangan panic buying," katanya saat dihubungi detikKalimantan.

Keluhan masyarakat terkait antrean panjang itu sebelumnya turut menjadi pembahasan dalam audiensi antara PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Kobar, Suyanto, Kamis lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Doni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat antrean di sejumlah SPBU.

"Mohon maaf, khususnya kepada masyarakat Kotawaringin Barat atas ketidaknyamanannya dalam mendapatkan BBM," kata dia.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak menyerahkan atau membagikan barcode BBM subsidi kepada pihak lain guna mencegah potensi penyalahgunaan dalam proses penyaluran.

Selain itu, Pertamina akan memperketat pelaksanaan standar operasional di SPBU dengan memastikan kesesuaian antara barcode dan nomor polisi kendaraan saat pengisian BBM subsidi. "Langkah itu dilakukan agar penyaluran Pertalite semakin tepat sasaran," katanya.

Pertamina menegaskan akan memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran yang melibatkan operator maupun pengelola SPBU dalam proses penyaluran BBM subsidi.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads