Kalimantan Tengah

BBM di Kobar 'Lenyap': Antrean SPBU Makin Mengular-Eceran Kosong

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 15 Agu 2026 17:59 WIB
Antrean masih mengular di SPBU, baik di lajur Pertamax maupun Pertalite. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Antrean panjang kendaraan kembali mewarnai sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), muncul persoalan lain yang tak kalah mengusik, yakni lenyapnya BBM di pedagang eceran.

Selama ini diwaspadai adanya pelangsir BBM yang bertujuan menjual ulang di pedagang eceran. Namun kali ini stok di SPBU habis, sementara di pedagang eceran pun kosong.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai ke mana sebenarnya aliran BBM setelah keluar dari SPBU. Sejumlah warga menilai situasi ini tidak lazim.

Oktrika Nugraheni, warga Kumai, mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, ada sejumlah kemungkinan yang perlu ditelusuri.

"Mulai dari dugaan penimbunan, distribusi ke sektor tertentu, kebutuhan proyek, hingga penggunaan BBM untuk genset di tengah pemadaman listrik bergilir," katanya, Sabtu (15/8/2026).

Sorotan serupa disampaikan Zainul Mukti. Ia menduga persoalan yang terjadi tidak sebatas pelangsiran oleh individu.

"Kalau cuma pelangsir biasa tidak akan sampai seperti ini. Patut diduga ini lari ke perusahaan atau sektor tertentu. Harapan kita dinas terkait lakukan sidak, benar tidak pembelian BBM itu sesuai peruntukan. Jangan sampai ada yang sengaja mengoordinir hingga kelangkaan makin menjadi-jadi," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Di sejumlah SPBU, pembelian BBM bersubsidi bahkan dibatasi. Sepeda motor disebut hanya diperbolehkan membeli tiga liter, sedangkan kendaraan roda empat 30 liter.

Tak hanya BBM bersubsidi, Pertamax juga dilaporkan beberapa kali mengalami kekosongan. Situasi ini membuat efektivitas distribusi BBM menjadi sorotan.

Masyarakat berharap pengawasan tidak berhenti pada antrean di SPBU, tetapi juga menyasar pola pembelian dan pihak yang menerima BBM dalam jumlah tidak wajar.

Polisi Waspadai

Polisi pun mulai memperketat pengawasan. Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono menegaskan tidak akan membiarkan BBM disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

"Jangan main-main dengan BBM. Kami pantau dan apabila ada yang mencoba bermain, akan kami tindak," tegas Joko.



Simak Video "Video: Komisi XII DPR Bakal Cari Tahu Penyebab Kelangkaan BBM di SPBU Swasta"


(bai/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork