Berau Siaga Darurat Karhutla, Perusahaan Ikut Bantu Padamkan Api

Berau Siaga Darurat Karhutla, Perusahaan Ikut Bantu Padamkan Api

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Kamis, 03 Sep 2026 07:00 WIB
Tim Patroli Gabung saat melakukan patroli di kawasan perusahaan wilayah Berau.
Tim Patroli Gabung saat melakukan patroli di kawasan perusahaan wilayah Berau/Foto: Istimewa
Berau -

Kabupaten Berau sedang menghadapi karhutla dan telah menetapkan siaga darurat. Sejumlah perusahaan yang memiliki wilayah konsesi di daerah tersebut turut membantu pemadaman kebakaran di lahan warga.

Tiga perusahaan yang terlibat yakni PT Yudha Wahana Abadi (YWA), PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), dan PT General Aura Semari (GAS), bagian dari PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP).

Sepanjang 2026, tiga perusahaan tersebut tercatat telah 37 kali membantu pemadaman kebakaran di luar area konsesi. Keterlibatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam menangani karhutla. Senior Estate Manager YWA, AAPA, dan GAS, Jabeglin Purba, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dilakukan dengan tiga pendekatan, yakni preventif, promotif, dan kolaboratif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pilar pencegahan karhutla perusahaan kami turunkan dari komitmen untuk tidak hanya menjaga area kami, melainkan juga desa-desa sekitar bebas dari karhutla. Karena itu, perusahaan juga secara aktif membantu memadamkan api di lahan-lahan," ujar Jabeglin, Rabu (2/9/2026).

Ia mengatakan patroli gabungan juga rutin dilakukan bersama pemerintah setempat, aparat penegak hukum, dan masyarakat, terutama saat memasuki puncak musim kemarau seperti saat ini.

"Di masa kemarau puncak seperti ini, kami juga rutin melakukan patroli gabungan dengan pemerintah setempat, aparat penegak hukum, dan masyarakat," sambungnya.

Jabeglin menjelaskan langkah preventif dilakukan dengan menerapkan SOP pengendalian karhutla, memetakan wilayah rawan kebakaran, serta melakukan patroli berdasarkan Fire Danger Rating (FDR). Sementara pendekatan promotif dilakukan melalui sosialisasi kepada karyawan dan masyarakat. Adapun pendekatan kolaboratif diwujudkan melalui kerja sama dengan pemerintah, aparat, dan kelompok masyarakat.

Kesiapsiagaan tersebut didukung sejumlah infrastruktur. Di wilayah operasional ketiga perusahaan terdapat 2 gudang pemadam kebakaran, 34 embung air, 39 menara pantau, serta 4 unit drone untuk memantau kondisi lapangan.

Selain itu, terdapat tiga Satgas Karhutla, delapan regu inti dengan total 120 personel, 30 regu pendukung beranggotakan 360 orang, serta empat regu Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dengan total 60 anggota.

8.263 Hotspot, 499 Hektare Terbakar

Berdasarkan data BPBD Berau, sepanjang Agustus 2026 tercatat 8.263 hotspot dan 245 kejadian karhutla. Kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 499 hektare lahan dan hutan.

Tingginya potensi kebakaran membuat upaya pencegahan dan penanganan tidak hanya dilakukan pemerintah. Perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan juga ikut dikerahkan ketika kebakaran terjadi.

Pada Rabu (2/9), patroli gabungan kembali dilakukan dengan menyasar sejumlah titik rawan karhutla. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur, mulai dari gudang pemadam, embung, hingga menara pantau.

Tim juga melakukan simulasi pemadaman untuk memastikan kesiapan Satgas Karhutla ketika terjadi kebakaran. Sekretaris Dinas Perkebunan Berau Mansur Tanca yang turut mengikuti patroli mengapresiasi kesiapan perusahaan.

"Telah kita pantau bersama tadi embung, menara api yang kita lihat memang telah sesuai standar dari peraturan pemerintah terkait pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla. Ini perlu diapresiasi," kata Mansur.

Ia berharap sarana dan personel yang dimiliki perusahaan dapat terus digunakan secara maksimal dalam membantu penanganan karhutla.

BPBD Apresiasi Perusahaan Bantu Warga

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau Hermansyah juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam membantu pemadaman kebakaran di luar wilayah konsesi.
Menurutnya, dalam sebulan terakhir titik panas di Berau paling banyak terpantau di Desa Merapun, Kecamatan Kelay.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan patroli ini, dan kontribusi perusahaan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan khususnya di area Kecamatan Kelay," ujar Hermansyah.

"Apalagi sebulan terakhir hotspot di Berau paling tinggi ada di Desa Merapun, Kelay, sehingga apa yang dilakukan perusahaan ini sangat positif untuk Kecamatan Kelay," imbuhnya.

Salah satu warga yang merasakan langsung bantuan tersebut yakni Herman, warga Desa Merapun, Kecamatan Kelay. Lahan milik Herman yang berada di luar wilayah HGU perusahaan sempat terbakar setelah api dari lahan di sekitarnya menjalar.

Herman kemudian menghubungi PT YWA untuk meminta bantuan. Tak lama berselang, tim pemadam perusahaan datang ke lokasi dan membantu memadamkan api.

"Saat itu siang ada api dari area samping yang lompat ke lahan saya. Saya langsung menelepon PT YWA untuk meminta bantuan pemadaman. Tak lama mobil damkar datang dan saya dibantu memadamkan api hingga usai, sampai menggunakan dua tangki air mobil damkar," tutur Herman.

Keterlibatan perusahaan dalam pemadaman tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Sebab, api dapat menyebar tanpa mengenal batas wilayah maupun batas konsesi perusahaan.

Karena itu, pemerintah, perusahaan, aparat, dan masyarakat dinilai perlu terus memperkuat koordinasi untuk mencegah dan menangani karhutla, terutama selama kondisi kemarau dan tingginya potensi kebakaran di Berau.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Menjelajahi Keindahan Alam di Labuan Cermin dan Menikmati Panorama di Berau "
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads