Antrean panjang kendaraan kembali mewarnai sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), muncul persoalan lain yang tak kalah mengusik, yakni lenyapnya BBM di pedagang eceran.
Selama ini diwaspadai adanya pelangsir BBM yang bertujuan menjual ulang di pedagang eceran. Namun kali ini stok di SPBU habis, sementara di pedagang eceran pun kosong.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai ke mana sebenarnya aliran BBM setelah keluar dari SPBU. Sejumlah warga menilai situasi ini tidak lazim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oktrika Nugraheni, warga Kumai, mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, ada sejumlah kemungkinan yang perlu ditelusuri.
"Mulai dari dugaan penimbunan, distribusi ke sektor tertentu, kebutuhan proyek, hingga penggunaan BBM untuk genset di tengah pemadaman listrik bergilir," katanya, Sabtu (15/8/2026).
Sorotan serupa disampaikan Zainul Mukti. Ia menduga persoalan yang terjadi tidak sebatas pelangsiran oleh individu.
"Kalau cuma pelangsir biasa tidak akan sampai seperti ini. Patut diduga ini lari ke perusahaan atau sektor tertentu. Harapan kita dinas terkait lakukan sidak, benar tidak pembelian BBM itu sesuai peruntukan. Jangan sampai ada yang sengaja mengoordinir hingga kelangkaan makin menjadi-jadi," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Di sejumlah SPBU, pembelian BBM bersubsidi bahkan dibatasi. Sepeda motor disebut hanya diperbolehkan membeli tiga liter, sedangkan kendaraan roda empat 30 liter.
Tak hanya BBM bersubsidi, Pertamax juga dilaporkan beberapa kali mengalami kekosongan. Situasi ini membuat efektivitas distribusi BBM menjadi sorotan.
Masyarakat berharap pengawasan tidak berhenti pada antrean di SPBU, tetapi juga menyasar pola pembelian dan pihak yang menerima BBM dalam jumlah tidak wajar.
Polisi Waspadai
Polisi pun mulai memperketat pengawasan. Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono menegaskan tidak akan membiarkan BBM disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
"Jangan main-main dengan BBM. Kami pantau dan apabila ada yang mencoba bermain, akan kami tindak," tegas Joko.
Polisi bahkan menemukan dugaan penyalahgunaan barcode dalam transaksi BBM. Dalam penelusuran tersebut, ditemukan seseorang yang menguasai lebih dari lima barcode yang diduga digunakan untuk melakukan transaksi pengisian BBM berulang.
"Yang kemarin kami temukan ada yang memainkan barcode. Ada lebih dari lima barcode yang dikumpulkan. Ini sudah kami lakukan peningkatan dan proses penyidikan," ungkapnya.
Penyidik kini menelusuri asal-usul barcode tersebut, pihak yang menggunakannya, hingga pola transaksi yang dilakukan. Aktivitas kendaraan yang berulang kali keluar-masuk SPBU juga menjadi perhatian karena dinilai dapat menjadi salah satu indikator transaksi tidak wajar.
Di sisi lain, Pertamina menegaskan bahwa penjual BBM eceran bukan bagian dari jalur distribusi resminya.
Supervisor Officer Communication & Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Gayuh Mustiko Jati, melalui Communication & Relation Rendy mengatakan distribusi resmi Pertamina hanya berlangsung hingga konsumen akhir melalui SPBU maupun Pertashop.
"Untuk penjual eceran, bukan dari rantai distribusi kami. Distribusi resmi Pertamina hanya sampai ke konsumen akhir melalui SPBU atau Pertashop," ujar Rendy.
Menurutnya, penindakan terhadap pedagang BBM eceran merupakan kewenangan pemerintah dan aparat penegak hukum. Rendy juga mengakui keberadaan pengetap BBM menjadi persoalan yang meresahkan karena memanfaatkan kondisi ketika masyarakat tengah kesulitan memperoleh BBM.
"Pengetap memang meresahkan. Di tengah orang-orang sibuk mencari BBM, mereka malah mencari untung," katanya.
Meski demikian, pihak SPBU tidak dapat serta-merta menolak kendaraan yang melakukan pengisian apabila seluruh prosedur pembelian telah terpenuhi. Untuk kendaraan roda empat, pembelian Pertalite dilakukan menggunakan QR Code yang telah terdaftar.
Dengan antrean yang semakin panjang, pembatasan pembelian, serta dugaan permainan barcode, publik kini menunggu hasil penelusuran aparat. Bukan hanya soal siapa yang mengisi BBM berulang kali, tetapi juga ke mana BBM tersebut mengalir setelah keluar dari SPBU.
Simak Video "Video: Komisi XII DPR Bakal Cari Tahu Penyebab Kelangkaan BBM di SPBU Swasta"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
